Halalbihalal 2026, Rektor Untar: Kampus Harus Menjadi Motor Penggerak Transformasi

AKM • Monday, 6 Apr 2026 - 13:27 WIB
Kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar Untar 2026 (Istimewa)

Jakarta — Rektor Universitas Tarumanagara, Amad Sudiro, menegaskan bahwa perguruan tinggi dituntut tidak sekadar mengikuti arus perubahan, tetapi juga harus mampu menjadi motor penggerak transformasi.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Sambutan kegiatan Halalbihalal Keluarga Besar Untar yang digelar di Kampus I Untar, Jakarta, Rabu (2/4) lalu.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk berani melangkah lebih progresif dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, serta kolaborasi lintas disiplin.

“Perguruan tinggi ke depan harus menjadi pencipta perubahan. Ini hanya bisa dicapai jika kita berani berinovasi dan membangun kolaborasi yang kuat,” ujarnya.

Ia menilai momentum Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus pembaruan, tidak hanya secara individu, tetapi juga dalam tata kelola institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, semangat kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan kampus menjadi fondasi penting dalam mendorong kontribusi nyata bagi kemajuan perguruan tinggi.

“Dari kebersamaan itulah muncul energi baru untuk terus berkarya dan berkontribusi,” tambahnya.

Efisiensi Dorong Transformasi Pembelajaran

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Untar juga menanggapi kebijakan efisiensi yang dianjurkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa Untar mendukung langkah tersebut sebagai bagian dari upaya optimalisasi sumber daya tanpa mengurangi kualitas pendidikan.

Menurutnya, efisiensi dilakukan melalui penguatan digitalisasi, penajaman prioritas program, serta peningkatan efektivitas tata kelola. Ia memastikan bahwa langkah tersebut justru membuka peluang untuk menghadirkan inovasi baru dalam proses pembelajaran.

“Efisiensi bukan hambatan, tetapi peluang untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis teknologi,” jelasnya.

 

Langkah Konkret Perkuat Persatuan

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Ariawan Gunadi, menyampaikan bahwa tema Halalbihalal tahun ini, *“Beyond Forgiveness, Toward Unity”*, menjadi ajakan untuk melampaui sekadar tradisi saling memaafkan menuju langkah konkret dalam memperkuat persatuan.

Menurutnya, tahun 2026 menjadi titik penting bagi Untar untuk memperluas jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat akan membuka peluang lebih luas bagi setiap individu untuk berkembang.

“Dengan kerja sama yang solid, setiap insan di lingkungan Untar memiliki kesempatan untuk tumbuh dan memberikan kontribusi terbaik,” ujarnya.

Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan tersebut juga menjadi sarana mempererat sinergi internal sekaligus mendorong budaya inovatif di lingkungan kampus.

Ariawan Gunadi juga menambahkan bahwa Yayasan Tarumanagara bersama seluruh unitnya berkomitmen mendukung kebijakan efisiensi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa efisiensi harus dimaknai sebagai optimalisasi melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan efektivitas manajemen, serta penguatan kolaborasi. Dengan pendekatan tersebut, kualitas pembelajaran diyakini tidak hanya terjaga, tetapi juga semakin relevan dengan tantangan global.

Melalui momentum Halalbihalal ini, Untar menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing di tingkat global.