AMREI Gelar Training Nasional Risk Culture dan MRPN Awareness, Dorong Organisasi Lebih Tangguh dan Adaptif

ANP • Wednesday, 1 Apr 2026 - 14:05 WIB

Jakarta — Asosiasi Manajemen Risiko Enterprise Indonesia (AMREI) sukses menyelenggarakan kegiatan Training Nasional Let’s Play Risk Culture Boardgame & MRPN Awareness sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat penerapan manajemen risiko di lingkungan organisasi dan perusahaan di Indonesia.

Ketua Umum AMREI, Rifky Assamady, menekankan pentingnya membangun budaya risiko (risk culture) yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian dari pola pikir dan perilaku sehari-hari dalam organisasi.

Dalam suasana bulan Syawal, acara ini juga menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi bersama, dengan semangat saling memaafkan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Dorong Kesadaran dan Kepemilikan Risiko

Dalam paparannya, Rifky menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan utama untuk menumbuhkan sense of belonging terhadap organisasi serta meningkatkan sense of crisis awareness di kalangan insan perusahaan. Kedua aspek tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam menghadapi dinamika dan ketidakpastian lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

“Manajemen risiko bukan sekadar dokumen atau kewajiban kepatuhan, tetapi merupakan cara berpikir dan budaya kerja yang harus tertanam dalam keseharian,” ujarnya.

Pelatihan ini juga diselaraskan dengan regulasi nasional, termasuk PER-01/MBU/2023 dan Perpres 39 Tahun 2023, sebagai landasan dalam memperkuat implementasi manajemen risiko secara terstruktur dan berkelanjutan.

Hadapi Tantangan Global dengan Strategi Adaptif
Dalam konteks global, peserta diajak memahami dampak dinamika geopolitik dan perubahan lingkungan yang berpotensi memicu krisis. Oleh karena itu, organisasi dituntut untuk tidak hanya mampu bertahan (survive), tetapi juga menjadi tangguh (resilient).

Salah satu strategi yang ditekankan adalah pemilihan program kerja yang high impact namun tetap low cost, guna memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan tanpa membebani sumber daya.
AMREI sebagai Mitra Strategis

Lebih lanjut, AMREI menegaskan perannya sebagai strategic advisory partner yang menjembatani komunikasi lintas sektor serta memberikan rekomendasi kebijakan berbasis analisis. Pendekatan ini mendorong pergeseran menuju anticipatory governance, yaitu tata kelola yang mampu mengantisipasi risiko sejak dini, bukan sekadar merespons krisis.

Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi efektif untuk menghindari silo mentality, serta membangun sinergi lintas fungsi dalam organisasi.

Integrasi Nilai Profesional dan Moral
Menariknya, dalam sesi refleksi, manajemen risiko juga dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan seperti istiqomah, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap rendah hati. Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki peran penting dalam keberhasilan penerapan budaya risiko secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, AMREI berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan budaya risiko secara nyata di lingkungan kerja masing-masing.
Dengan pendekatan yang interaktif melalui boardgame serta peningkatan kesadaran MRPN, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.