Halalbihalal Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Nilai Tradisi hingga Efisiensi Energi

AKM • Monday, 30 Mar 2026 - 18:46 WIB
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Halalbihalal Nasional Idulfitri 1447 Hijriah (Istimewa)

Jakarta—  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Halalbihalal Nasional Idulfitri 1447 Hijriah di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Senin (30/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penyampaian nilai-nilai kebangsaan serta penguatan budaya kerja di lingkungan kementerian.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa halalbihalal merupakan tradisi khas Indonesia yang lahir dari pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial. Ia menyebut tradisi ini bukan bagian langsung dari syariat, melainkan bentuk kearifan lokal yang sarat makna kebersamaan.

“Halalbihalal adalah tradisi, bukan agama. Ini adalah bentuk kreativitas umat dalam mengamalkan ajaran agama,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi tersebut mencerminkan perpaduan antara nilai religius dan sosial yang hanya berkembang di Indonesia. Selain itu, Mu’ti juga mengulas makna mudik yang tidak sekadar perjalanan fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual sebagai upaya kembali kepada fitrah manusia.

Ia kemudian menjelaskan filosofi “3R” dalam tradisi mudik, yakni *spiritual refreshing* sebagai penyegaran batin pasca-Ramadan, *reunion* sebagai momen berkumpul bersama keluarga, serta *recreation* yang memberi pengalaman baru.

Tak hanya itu, Mu’ti juga memaparkan konsep “3O”, yaitu *open mind*, *open heart*, dan *open house*. Ketiganya dinilai penting untuk membangun sikap terbuka, saling memaafkan, serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa tujuan akhir dari nilai-nilai tersebut terangkum dalam konsep “3S”: *sejahtera*, *sehat*, dan *smart* (cerdas). Ketiga aspek ini, menurutnya, menjadi fondasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul.

Hemat Energi

Dalam kesempatan yang sama, Mu’ti juga mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendikdasmen untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi dan penghematan energi.

Ia mencontohkan langkah sederhana seperti mematikan pendingin ruangan dan lampu saat tidak digunakan, serta menggunakan air secara bijak. Selain itu, efisiensi juga diterapkan dalam kegiatan perkantoran, termasuk penyediaan konsumsi rapat yang lebih sederhana dan sehat.

“Rapat tidak perlu sajian berlebihan. Lebih baik kita beralih ke makanan yang sederhana dan lebih sehat,” ujarnya.

Mu’ti juga mendorong ASN untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Ia menilai hal ini sejalan dengan upaya efisiensi sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Dengan lokasi kantor Kemendikdasmen yang strategis dan terintegrasi dengan transportasi publik, ia optimistis kebijakan tersebut dapat diterapkan secara optimal.

Menurut Mu’ti, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh banyak orang akan memberikan dampak besar terhadap efisiensi anggaran dan kinerja institusi.

“Efisiensi harus dimulai dari hal sederhana, tetapi jika dilakukan bersama dan terus-menerus, hasilnya akan signifikan,” tegasnya.

Melalui momentum Halalbihalal ini, Kemendikdasmen berharap nilai-nilai kebersamaan, keterbukaan, dan kedisiplinan dapat semakin menguat, sekaligus mendukung terciptanya budaya kerja yang efektif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.