BULOG Tegaskan Isu Dirut Rangkap Jabatan KABAIS TNI Tidak Benar

AKM • Saturday, 28 Mar 2026 - 09:30 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani

Jakarta — Perum BULOG kembali menegaskan bahwa informasi yang beredar di sejumlah media online terkait jabatan Direktur Utama BULOG yang disebut merangkap sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (KABAIS) TNI adalah tidak benar dan merupakan hoaks.

Head of Public Relations Perum BULOG, Tomi Wijaya, menyatakan bahwa pihaknya perlu meluruskan informasi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Perlu kami tegaskan bahwa narasi yang menyebutkan Direktur Utama Perum BULOG menjabat sebagai KABAIS TNI adalah tidak benar dan merupakan disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik,” ujar Tomi.

Ia menambahkan, informasi yang tidak akurat tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik jika tidak segera diklarifikasi.

“Kami mengimbau agar masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Pastikan sumbernya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Terkait posisi Direktur Utama, Tomi menjelaskan bahwa Ahmad Rizal Ramdhani ditunjuk secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian BUMN dan telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

“Penugasan beliau sebagai Direktur Utama Perum BULOG merupakan keputusan resmi pemerintah. Prosesnya mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku,” jelas Tomi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Ahmad Rizal Ramdhani tidak lagi aktif sebagai prajurit TNI sejak menerima amanah sebagai pimpinan BULOG.

“Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, beliau telah mengundurkan diri dari dinas aktif TNI ketika ditunjuk sebagai Dirut BULOG,” katanya.

“Status beliau saat ini adalah purnawirawan TNI, sehingga tidak memiliki jabatan struktural apa pun di lingkungan militer, termasuk sebagai KABAIS TNI,” sambungnya.

Perum BULOG, lanjut Tomi, tetap fokus menjalankan tugas utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.

“Komitmen kami adalah menjalankan mandat negara di bidang ketahanan pangan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

“Kami berharap media massa dapat mengedepankan prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam pemberitaan, sehingga tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum tentu benar,” kata Tomi.

Menutup pernyataannya, Tomi kembali mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi di ruang digital.

“Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya. Mari bersama-sama menjaga ruang informasi yang sehat dan terpercaya,” pungkasnya.