Badan Bahasa Gelar Program Mudik Asyik Baca Buku 2026, Bagikan 24 Ribu Buku untuk Pemudik

AKM • Monday, 16 Mar 2026 - 15:09 WIB
Kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB). Salah satu titik penyelenggaraan  MABB ini berlangsung di Terminal Bus Antar Kota Antar Propinsi yakni Terminal Kalideres, Jakarta Barat (Istimewa)

Jakarta  — Dalam upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat serta mendukung Gerakan Literasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa kembali menyelenggarakan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB). Salah satu titik penyelenggaraan  MABB ini berlangsung di Terminal Bus Antar Kota Antar Propinsi yakni Terminal Kalideres, Jakarta Barat.

Kepala Bagian Program dan Pelaporan Badan Bahasa, Sartono, mengatakan program ini bertujuan memberikan alternatif kegiatan edukatif bagi para pemudik, khususnya anak-anak usia sekolah, selama perjalanan mudik Lebaran.

Menurut Sartono, kegiatan tersebut digelar selama dua hari pada 16–17 Maret 2026 pukul 09.00–15.00 WIB di sejumlah titik keberangkatan mudik di Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

“Tahun ini kegiatan dilaksanakan di sembilan titik sekaligus, mulai dari stasiun, terminal, pelabuhan hingga bandara,” ujar Sartono di seaa-sela acara MABB diTerminal Kalideres, Jakarta Barat, Senin (16/3).

Adapun lokasi pelaksanaan program meliputi Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak di Banten, serta Terminal Pakupatan di Serang.

Pembukaan kegiatan  dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin (16/3) di Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Dalam program tersebut, Badan Bahasa menyediakan sekitar 24.000 buku bacaan anak secara gratis bagi para pemudik. Setiap titik kegiatan memperoleh alokasi sekitar 2.500 hingga 2.600 eksemplar buku yang dapat dibaca di tempat maupun dibawa pulang oleh anak-anak.

Bentuk Kolaborasi

Sartono menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat literasi masyarakat di ruang publik.

“Ini kerja bareng atau kerja keroyokan antara Kemendikdasmen, Perpustakaan Nasional, penerbit, duta bahasa, pramuka, dan berbagai mitra lainnya,” kata Sartono.

Ia menilai momentum mudik yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar merupakan kesempatan yang tepat untuk menumbuhkan minat baca, terutama di kalangan anak-anak.

Menurutnya, waktu tunggu saat keberangkatan mudik yang biasanya membuat pemudik merasa jenuh dapat dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat seperti membaca buku.

“Biasanya orang merasa suntuk saat menunggu jadwal keberangkatan. Kita ingin mengalihkan suasana itu menjadi lebih menyenangkan melalui kegiatan membaca,” ujarnya.

Selain pembagian buku gratis, program Mudik Asyik Baca Buku juga menghadirkan berbagai aktivitas literasi seperti pojok baca, membaca nyaring, ulasan buku, mendongeng, mewarnai, permainan edukatif, serta atraksi dari komunitas literasi.

Kegiatan interaktif tersebut akan dipandu oleh para Duta Bahasa serta relawan literasi yang mengajak anak-anak menikmati kegiatan membaca secara menyenangkan.

Sartono menambahkan, program ini menargetkan anak-anak dan keluarga pemudik sebagai sasaran utama agar masyarakat dapat mengakses bahan bacaan berkualitas secara mudah dan gratis.

Ia mengungkapkan bahwa program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi persoalan literasi di Indonesia yang masih menjadi tantangan besar.

“Kita ingin anak-anak Indonesia kembali gemar membaca dan memahami apa yang mereka baca, karena membaca adalah fondasi dari semua bidang pengetahuan,” kata Sartono.

Ia menambahkan bahwa tantangan literasi di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan minat baca, tetapi juga keterbatasan akses terhadap buku berkualitas.

Karena itu, melalui kegiatan ini pemerintah berharap semakin banyak keluarga yang menjadikan buku sebagai teman perjalanan yang bermanfaat selama mudik Lebaran sekaligus memperkuat budaya membaca di tengah masyarakat.