Efek Diskon Iuran 50%, Kepesertaan Driver Ojol di BPJS Ketenagakerjaan Melonjak Tajam

MUS • Saturday, 7 Mar 2026 - 21:30 WIB

Jakarta – Suasana hangat Ramadan terasa di halaman Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading, Sabtu (7/3/2026). Ratusan pengemudi ojek online memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan buka puasa bersama bertajuk “Silaturahmi Hangat Bersama Driver Hebat (Sahabat)”. 

Lebih dari 400 mitra pengemudi Grab hadir dalam kegiatan yang diisi dengan sosialisasi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, penyerahan santunan kepada ahli waris peserta, hingga pembukaan pendaftaran kepesertaan baru.

Deputi Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Faizal Rachman menjelaskan minat pekerja sektor transportasi untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan mengalami lonjakan signifikan sejak pemerintah menerbitkan kebijakan stimulus berupa diskon iuran melalui Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2025.

“Sejak kebijakan diskon iuran diberlakukan pada Januari 2026 hingga Maret 2027, pertumbuhan kepesertaan di sektor transportasi meningkat sangat signifikan. Jika pada 2025 rata-rata pendaftar baru sekitar 5.000 sampai 7.000 orang per bulan, pada Januari 2026 saja jumlahnya sudah mencapai sekitar 70.000 hingga 90.000 pendaftar,” ujar Faizal.

Faizal menjelaskan kebijakan stimulus tersebut berlaku untuk berbagai jenis pekerjaan di sektor transportasi, termasuk pengemudi transportasi online, ojek online, pengemudi transportasi non-ojek, serta kurir. Ketiga segmen itu, menurut Faizal, sama-sama mengalami peningkatan jumlah kepesertaan yang cukup tajam sejak kebijakan tersebut diterapkan.

Program diskon iuran ini memberikan potongan hingga 50 persen bagi pekerja sektor transportasi yang mendaftarkan diri dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Kebijakan ini diharapkan mampu memperluas perlindungan bagi pekerja sektor informal yang selama ini memiliki tingkat risiko kerja tinggi di lapangan," cetus Faizal. 

Sementara itu di wilayah DKI Jakarta, peningkatan kepesertaan paling terasa pada sektor transportasi online. Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta, Deny Yusyulian menyebut minat pengemudi platform digital untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial terus meningkat, terutama setelah adanya stimulus iuran dari pemerintah.

“Pertumbuhan paling signifikan memang terjadi di sektor transportasi online. Di DKI Jakarta, khususnya mitra Grab, kami melakukan sentralisasi pengelolaan kepesertaan di Kantor Cabang Kelapa Gading agar proses monitoring dan evaluasi program dapat berjalan lebih optimal,” ujar Deny yang didampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kelapa Gading, Ivan Sahat Pandjaitan.

Deny menjelaskan peningkatan minat tersebut menunjukkan kesadaran pekerja transportasi online terhadap pentingnya perlindungan kerja semakin tinggi. Namun, peningkatan jumlah peserta juga harus diimbangi dengan kesiapan layanan ketika peserta mengalami risiko kerja.

“Ketika pemerintah sudah memberikan stimulus diskon iuran hingga 50 persen, maka tanggung jawab kami adalah memastikan layanan kepada peserta berjalan baik. Jika terjadi kecelakaan kerja, kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit mitra dan fasilitas kesehatan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” ujar Deny.

Menurut Deny, sinergi dengan perusahaan platform digital juga menjadi kunci dalam memperluas jangkauan perlindungan pekerja transportasi online. Dalam skema tertentu, perusahaan dapat memberikan bantuan iuran kepada mitra driver yang memenuhi kriteria tertentu.

Deny berharap melalui kegiatan tersebut semakin banyak pengemudi transportasi online yang memahami manfaat perlindungan kerja dan bergabung sebagai peserta.

"Dengan perlindungan yang memadai, para pekerja di sektor transportasi digital diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang karena memiliki Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ketika menghadapi risiko kerja di jalan," ujar Deny. 

Di lain pihak, Senior City Manager Jakarta Utara, Barat, dan Pusat Grab Indonesia Dimas Putera Wirawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Grab dan BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas perlindungan bagi mitra pengemudi. 

“Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari ekosistem Grab untuk memberikan rasa aman kepada para mitra driver. Melalui program ini, mitra mendapatkan perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, di mana sebagian iurannya juga disubsidi oleh Grab Indonesia,” ujar Dimas Putera Wirawan.

Dimas menambahkan, dukungan terhadap kesejahteraan mitra pengemudi tidak hanya dilakukan melalui program perlindungan kerja. Grab juga mendorong peningkatan kapasitas ekonomi para mitra melalui berbagai program pengembangan usaha.

“Banyak mitra driver yang awalnya hanya mengemudi roda dua kemudian berkembang menjadi pengemudi roda empat. Bahkan ada yang kini memiliki usaha restoran atau toko kelontong sendiri. Program-program seperti ini diharapkan dapat membantu para mitra naik kelas secara ekonomi,” ujar Dimas.

Selain itu, Grab juga meluncurkan berbagai program dukungan bagi mitra pengemudi menjelang hari besar keagamaan, termasuk program Bingkisan Hari Raya (BHR) sebagai bentuk apresiasi kepada para mitra yang telah menjadi bagian penting dalam ekosistem layanan transportasi digital.

Dalam kegiatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. Penyerahan santunan ini menjadi pengingat penting  perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran krusial dalam menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja ketika terjadi risiko kerja.

Kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung meriah itu juga diisi dengan sesi sosialisasi manfaat program, pendaftaran kepesertaan baru, serta pembagian doorprize bagi para peserta yang hadir. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang silaturahmi sekaligus edukasi mengenai pentingnya perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal.