FILM The Bride! Ketika Monster Frankenstein yang Kesepian Mencari Cinta

FAZ • Thursday, 5 Mar 2026 - 14:22 WIB

Genre: Horor / thriller
Sutradara: Maggie Gyellenhaal
Pemeran: Jessie Buckley, Christian Bale, Annette Bening
Durasi: 2 jam
Distributor: Warner Bros. Indonesia
Sedang tayang di bioskop Indonesia

Senang rasanya bisa berkenalan dengan The Bride! Pengantin nyentrik siap memberi beragam perasaan yang lengkap bagi penontonnya. Seru, indah, menegangkan, puitis, menakutkan, dan menegangkan karena bercerita tentang pengantinnya Frankenstein, akan terasa kuat dalam premis yang unik.

Monster terkenal Frankenstein sedang galau mencari cinta. Karena sangat kesepian, dia memiliki ide untuk mencari jodoh yang sepadan. Siapa sosok The Bride? Lalu bagaimana kisah asmara mereka bisa terjalin? Sutradara, penulis, sekaligus produser Maggie Gyellenhaal mengeksekusi ide dasarnya secara apik.

Frankenstein yang diperankan oleh Christian Bale, dan sang pengantin (Jessie Buckley) juga tampil meyakinkan sebagai sosok kebingungan, namun tetap mampu memancing senyum sampai tawa getir dalam kegalauan Frankenstein bersama pengantinnya.

Berlatar Chicago tahun 1930-an di mana mafia masih merajalela di sana, Frankenstein mencoba meminta ilmuwan Dr. Euphoronious (Annette Bening) untuk menciptakan monster, dengan menghidupkan jenazah, persis seperti Frankenstein dijadikan.

Keduanya memutuskan memberi kehidupan bagi The Bride, yang mati dengan tidak wajar. Tak hanya soal pembunuhan, kekerasan, dan kasus kejahatan; The Bride turut mengeksplorasi peristiwa kerasukan, dan pengenalan lebih dalam dengan sastrawati Frankenstein, Mary Shelley.

Sineas Maggie Gyllenhaal menekankan tentang relasi pujangga Mary Shelley dengan karyanya Frankenstein, lengkap dengan hal-hal mengerikan, untuk kemudian timbul rasa empati. Karenanya meski soal monster, tetapi dialog dan adegan-adegannya mengarah pada keterhubungan dengan kehidupan manusia.

"Frankenstein adalah cara untuk berpikir dan memahaminya. Karena Frankenstein dalam bukunya, menurut saya, adalah monster yang bisa Anda berikan empati, dan memungkinkan Anda mungkin untuk melihat monster di dalam diri Anda sendiri. Tapi The Bride bukan itu. Hal itu adalah titik awalnya, tetapi kemudian film ini benar-benar merupakan kisah berbeda," terang Gyllenhaal.

Konsep tentang makna kesepian juga disoroti oleh pemeran utama Jessie Buckley. "Kurasa THE BRIDE! mengetengahkan tentang kesepian, yang tidak pernah benar-benar diberi makna. Seberapa besar bahagianku, dari ke-monster-anku sendiri, dari kelebihan diriku, bisa kau cintai? Ini intens. Ini adalah kekuatan hidup liar yang ditinggalkan. Gairahnya di tepi jurang. Ini adalah revolusi," kata Buckley.

Aktor Christian Bale menambahkan, Frankenstein telah mengingatkan cerita tentang orang-orang yang ditinggalkan, orang-orang aneh yang berteriak ke langit mencari makna. Frankenstein sangat mengharapkan kehadiran istri dalam kesepian yang kronis.

Bale menyatakan, "Hal tentang kesepian dan kesendirian memicu sebuah revolusi di mana orang-orang mengikuti dia karena dia mengungkapkan secara terbuka apa yang mereka rasakan secara pribadi. Meskipun mereka adalah monster, mereka sangat manusiawi dan dapat dipahami."

Frankenstein telah diperankan dalam setidaknya 187 film dengan beberapa versi. Cerita The Bride of Frankenstein muncul dalam kurang dari 20 film sejak Mary Shelley memperkenalkannya dalam novel tahun 1818, Frankenstein; atau, Prometheus Modern.

Sebenarnya, kisah Bride karya Mary Shelley hampir tidak terlihat dalam literatur, karena dia tidak pernah dihidupkan kembali, maupun sepenuhnya dikembangkan sebagai karakter. Novel dan adaptasinya telah lama mendorong pembaca dan penonton untuk mengeksplorasi ketakutan manusia menghadapi bagian tersembunyi dan gelap dari diri kita sendiri, serta bagaimana isolasi dan penolakan dapat membentuk hidup kita.

The Bride! memberi pengalaman audio visual yang akan membuat hati terasa lebih hidup atau mungkin lebih indah. Ketika unsur-unsur keindahan, kebahagiaan, keberanian sesungguhnya menjadi milik semua orang, termasuk bagi yang sering ditaktui, dihindari, terpinggirkan, dan dianggap sebelah mata.