
Jakarta — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara ini diselenggarakan Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Acara ini turut dihadiri Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum, Dr. Widodo, SH, MH; Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah Kementerian ATR/BPN Ana Aninda, A.Ptnh; Ketua Umum PP INI Dr. H. Irfan Ardiansyah, S.H., Sp.N., LL.M; serta Ketua Umum PP IPPAT Dr. H. Hapendi Harahap, S.H., Sp.N., M.H.
Dirjen AHU, Widodo, mengapresiasi kolaborasi dua organisasi profesi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan, tetapi mencerminkan soliditas dan kekompakan notaris serta PPAT sebagai pilar perlindungan hak-hak keperdataan masyarakat.
“Kebersamaan ini menunjukkan bahwa dua organisasi strategis di bidang kenotariatan dan pertanahan mampu menjaga persatuan dan kehormatan profesi. Ini adalah kekuatan moral yang harus terus dirawat,” ujarnya.
Widodo juga menyinggung pentingnya keberagaman dalam organisasi sebagai fondasi memperkuat integritas profesi. Ia menilai kebersamaan lintas profesi dan instansi yang terjalin dalam berbagai momentum keagamaan menjadi bukti kematangan organisasi.
Transformasi Digital dan Cyber Notary
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen AHU juga memaparkan perkembangan transformasi digital di lingkungan Direktorat Jenderal AHU. Layanan notaris kini telah berbasis digital, termasuk pembaruan akun melalui sistem *face recognition* serta notifikasi elektronik.
Hampir seluruh notaris di Indonesia disebut telah melakukan pembaruan data akun. Di sisi lain, PPAT juga mulai menerapkan sistem digital dalam proses pembuatan akta secara bertahap.
Pemerintah, lanjut Widodo, tengah melakukan kajian menuju implementasi konsep *cyber notary* atau notaris elektronik sebagai bagian dari adaptasi terhadap kemajuan teknologi.
“Transformasi ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan yang lebih efektif, transparan, dan modern. Profesi notaris dan PPAT harus siap menghadapi era digital,” tegasnya.
Momentum Ramadhan
Sementara itu, Ketua Umum PP IPPAT, Hapendi Harahap, menegaskan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi penguat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat sinergi antaranggota.
“Melalui Ramadhan, kita memperkuat kolaborasi dan semangat persaudaraan dalam menjalankan amanah profesi,” ujarnya.
Senada, Ketua Umum PP INI, Irfan Ardiansyah, menekankan pentingnya menjaga kekompakan antara INI dan IPPAT sebagai dua organisasi yang saling berkaitan dalam praktik kenotariatan dan pertanahan.
“Kita harus terus bersinergi, menjaga kebersamaan, dan memperkuat kerja sama demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada lebih dari 500 anak yatim. Bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian sosial para notaris dan PPAT di tengah kesibukan menjalankan tugas profesional.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguat kebersamaan serta memperkokoh integritas moral dan spiritual seluruh anggota INI dan IPPAT dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.