2.280 Ton Beras Siap Dikirim ke Arab Saudi, BULOG Pastikan Mutu dan Stok Nasional Aman

AKM • Wednesday, 25 Feb 2026 - 15:39 WIB
Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan (Istimewa)

Jakarta — Sebanyak 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri dipastikan segera diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Jamaah Haji Indonesia tahun 2026. Pengiriman perdana ini dikoordinasikan oleh Perum Bulog sebagai bagian dari mandat pemerintah dalam menjamin layanan logistik pangan jamaah sekaligus membuka babak baru ekspor beras nasional.

Keputusan pengiriman tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan.

Dalam keterangannya, Zulkifli Hasan menyebut pengiriman ini sebagai langkah simbolik sekaligus strategis.

 “Pengiriman perdana 2.280 ton ini menjadi penanda bahwa produksi beras kita kuat. Ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan jamaah, tetapi juga menunjukkan kesiapan Indonesia memasuki pasar ekspor secara lebih percaya diri,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (25/2).

Ia menambahkan bahwa pemerintah memastikan ekspor dilakukan secara terukur dan tidak mengganggu stabilitas dalam negeri.

“Kita pastikan stok nasional aman. Ekspor dilakukan setelah kebutuhan rakyat terpenuhi,” tegasnya.

Logistik Disiapkan Dua Tahap

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan melalui jalur laut dengan estimasi waktu tempuh 30 hingga 45 hari.

“Distribusi dilakukan dalam dua tahap dengan dukungan dua kapal. Ini untuk memastikan pengiriman tepat waktu dan sesuai jadwal kebutuhan petugas haji yang tiba lebih awal di Tanah Suci,” jelasnya.

Menurut Ahmad Rizal, beras yang dikirim telah melewati proses seleksi mutu ketat. Gabah segar hasil panen petani diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern dengan standar tinggi.

“Kadar air terkontrol, tingkat pecahan rendah, sudah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, dan bersertifikat halal. Jadi dari sisi kualitas, kami sangat siap,” katanya.

Diplomasi Pangan dan Ekspansi Pasar

Pengiriman ini juga dinilai sebagai bagian dari diplomasi pangan Indonesia. Sebelumnya, BULOG melakukan promosi serta business matching yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah. Respons dari importir dan penyedia katering haji disebut cukup positif.

“Kami melihat peluang pasar Timur Tengah terbuka lebar. Beras Indonesia memiliki kualitas yang kompetitif dan diterima dengan baik,” ujar Ahmad Rizal.

Ia menegaskan bahwa pengiriman untuk kebutuhan haji ini bisa menjadi pintu masuk ekspor ke negara lain di kawasan tersebut.

Stok Dalam Negeri Tetap Prioritas

Meski melakukan ekspor, BULOG menegaskan komitmen menjaga stabilitas nasional tetap menjadi prioritas utama.

“Kami memastikan ekspor ini tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri. Cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman dan terkendali,” tegas Ahmad Rizal.

Pengiriman 2.280 ton ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat citra sebagai negara dengan ketahanan pangan yang solid, sekaligus mampu menembus pasar global tanpa mengabaikan kebutuhan domestik.

“Ini bukan sekadar ekspor, tetapi bukti bahwa tata kelola pangan nasional semakin matang,” pungkasnya.