
Jakarta — Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp529,3 miliar untuk pemulihan sekitar 3.000 fasilitas kesehatan (faskes) yang terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra. Anggaran tersebut ditujukan untuk mempercepat perbaikan infrastruktur layanan kesehatan agar kembali berfungsi optimal.
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tidak terhambat persoalan administratif maupun koordinasi antarlembaga.
Menurut Netty, pemulihan infrastruktur kesehatan merupakan bagian penting dari pemenuhan hak dasar masyarakat pascabencana. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian Keuangan Republik Indonesia, dan Bappenas agar proses perencanaan dan pencairan anggaran berjalan lancar.
“Kita menyambut baik komitmen pemerintah yang telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan sekitar 3.000 faskes. Ini bentuk kehadiran negara. Namun yang terpenting adalah percepatan eksekusi agar target fungsional 100 persen pada Maret 2026 bisa tercapai,” ujar Netty dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (22/2).
Selain perbaikan fasilitas layanan, ia juga menyoroti rencana renovasi sekitar 8.800 rumah tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Menurutnya, kondisi tempat tinggal nakes berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Para tenaga kesehatan berada di garis terdepan saat bencana. Ketersediaan hunian yang layak dan aman akan membantu mereka bekerja dengan lebih tenang dan fokus,” katanya.
Terkait mekanisme pencairan dana melalui Tim Satgas Bencana, Netty mengingatkan agar prinsip akuntabilitas tetap dijaga tanpa memperlambat proses.
Ia juga menekankan pentingnya verifikasi data yang akurat, termasuk koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, agar penyaluran anggaran tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami akan mengawal agar dana Rp529,3 miliar ini terserap secara efektif, efisien, dan benar-benar menjangkau wilayah yang paling terdampak,” ujarnya.
Program pemulihan faskes ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan kesehatan di Sumatra, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan sistem kesehatan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.