
Jakarta —Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi nasional selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri yang berkaitan erat dengan masyarakat.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Anis Byarwati menyampaikan rasa syukur atas datangnya Ramadan sekaligus harapan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang di tengah situasi ekonomi yang stabil.
“Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan. Mudah-mudahan seluruh masyarakat diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/2).
Ia menilai Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga yang berdampak pada naiknya permintaan kebutuhan pokok. Karena itu, ia berharap pemerintah dapat mengantisipasi potensi lonjakan harga.
“Menjelang Ramadan biasanya kebutuhan meningkat, perputaran uang juga lebih tinggi. Pemerintah perlu memastikan pasokan cukup dan distribusi lancar agar harga-harga tetap terkendali,” kata Anis.
Menurut Anis, pengendalian harga menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
“Kita ingin masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan. Stabilitas harga adalah bagian penting dari menjaga ketenangan masyarakat dalam beribadah,” tambahnya.
Sebagai anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perekonomian nasional, Anis juga menyoroti pentingnya efektivitas kebijakan fiskal dan pengawasan sektor keuangan selama periode Ramadan.
“Momentum Ramadan dan Idul Fitri harus menjadi perhatian bersama. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, serta penguatan pengawasan distribusi pangan perlu terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” jelasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan doa dan harapan terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Kita berdoa mudah-mudahan ekonomi Indonesia tetap sehat, tumbuh, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tutup Anis.
Komisi XI DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan fiskal dan stabilitas sistem keuangan guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya pada momentum penting seperti Ramadan dan Idul Fitri.