Kepala BPIP Ajak Warga Jaga Kerukunan di Tengah Tantangan Arus Digital

FAZ • Thursday, 19 Feb 2026 - 15:35 WIB

Batam - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengajak kepada masyarakat di bulan suci Ramadan harus menjaga kerukunan dan persatuan di tengah tantangan arus digital saat ini.

Ia berharap khususnya generasi muda di Kota Batam untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita di media sosial yang belum tentu kebenarannya.

"Kita menyadari era saat ini sangat memudahkan kita, tetapi di sisi lain ruang digital juga menjadi suburnya hoax, ujar kebencian, radikalisme serta polarisasi sosial yang berpotensi merusak persatuan", ujarnya saat membuka acara Pembinaan Ideologi Pancasila di Batam, Kepulauan Riau, Kamis, (19/2).

Ia menegaskan Pancasila merupakan pedoman yang sangat kuat dan hadir sebagai kompas moral yang menuntun cara berpikir, bersikap dan bertindak.

"Pancasila bukan sekedar dasar negara, melainkan sistem nilai yang menghidupkan etika baik di ruang nyata maupun digital" ujarnya.

Nilai ketuhanan menuntun menjunjung toleransi dan saling menghormati satu sama lain. Karena semua agama mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menjaga persatuan.

"Kota Batam dapat menjadi contoh harmonisasi antara modernitas nilai kebangsaan", tegasnya.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP Dr. Ir. Prakoso, M.M menambahkan Kota Batam merupakan daerah terluar memiliki posisi strategis dalam memperkokoh ideologi Pancasila.

"Disini interakasi global yang begitu intens, maka harus tetap berakar pada Pancasila agar identitas sebagai bangsa Indonesia tetap kuat", ucapnya.

Di tengah arus globalisasi dan kemajemukan teknologi, kearifan lokal menjadi jangkar ideologi bangsa.

"Kearifan lokal inilah yang kita harus rawat dan aktualisasikan, sehingga dengan kemajuan teknologi tidak mengikis jati diri bangsa", paparnya.

Generasi muda memegang peran yang sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Pancasila. Di era digital generasi muda harus menjadi pelopor literasi digital yang beretika, kritis dan bertanggung jawab.

"Mereka diharapkan tidak menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi penjaga ruang digital agar tetap sehat, produktif", tutupnya.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau Muhamad Iksan mewakili Gubernur menyambut baik kedatangan BPIP.

"Terima kasih kepada Bapak Kepala BPIP yang sudah menyempatkan ke Kota Batam di awal bulan Ramadan ini untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila", ujarnya.

Dirinya mengaku Batam memiliki masyarakat sangat heterogen, daerah terluar dan berdekatan dengan negara lain. Maka Batam adalah miniaturnya Indonesia.

"Di sini insya Allah warganya sangat toleransi pak, Batam merupakan Daerah miniaturnya Indonesia", ungkapnya.

Kota Batam bahkan mendapatkan Indeks Harmoni Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri sehingga perlu dipertahankan dan dikembangkan sehingga menjadi percontohan Daerah lain.

Dirinya mengajak kepada masyarakatnya untuk tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoax di era digital ini apalagi saat ini bulan Ramadan.

"Jika kita menerima informasi saring dulu tidak langsung percaya bahkan ngesharing karena mematik dan memicu perpecahan", ajaknya.

Dengan nilai-nilai Pancasila harus menjadi roh dalam setiap pikiran, tindakan dan interaksi sosial baik di ruang publik atau digital.

"Maka dengan Pancasila-lah kita yakin semua akan terkendalikan", kutipnya.