Tanggapi Polemik Halal-Haram MBG, Babah Alun: Biarkan Ulama Menentukan

MUS • Sunday, 15 Feb 2026 - 19:21 WIB

Bogor - Tokoh masyarakat sekaligus pengusaha Jusuf Hamka, yang akrab disapa Babah Alun, menanggapi diskursus publik mengenai aspek halal-haram pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Babah Alun mengajak semua pihak untuk tidak terburu-buru menghakimi dan menyerahkan urusan tersebut kepada para ahli di bidangnya, yakni para ulama.

“Kalau orang-orang bisa menghukum seseorang dengan haram, kafir, nanti akhirnya jadi apa ini negeri? Jadi, kalau MBG dibilang haram karena menggunakan anggaran pendidikan apa segala macem, nggak begitu saya pikir,” ujar Babah Alun ditemui di Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (15/2).

Ia menekankan, penilaian halal-haram tidak bisa dilakukan secara sembarangan oleh setiap orang. Menurutnya, bahkan dalam ajaran Islam yang dipelajarinya dari Buya Hamka, ada prinsip darurat di mana yang haram pun bisa menjadi halal dalam kondisi terpaksa demi menjaga nyawa.

BACA JUGA: Jadi Rujukan, Rockefeller Foundation Pelajari Program MBG Indonesia

Babah Alun menegaskan bahwa penentuan status halal atau haram harus diserahkan kepada ulama yang memiliki otoritas fatwa.

“Kalau itu yang menentukan adalah fatwa ulama. Kalau orang-orang, saya pikir nanti semua orang bisa. Kalau saya misalnya pakai kaus tank top, katanya, 'oh ini tidak sesuai akidah. Haram, haram. Auratnya terbuka'. Padahal, saya laki-laki,” katanya.

Babah Alun pun mengajak masyarakat untuk tidak berprasangka buruk terhadap program MBG yang dirancang untuk meningkatkan gizi anak-anak bangsa.

“Jadi kalau ulama dan umara sudah sepakat bahwa ini baik untuk generasi kita, kenapa kita harus berprasangka? Janganlah kita berapriori. Negeri ini sedang dalam membangun. Membangun ini butuh segala sesuatu, tentunya bukan segala sesuatu yang sempurna,” kata dia.