Diskusi Gayeng Tim Mabes Polri dan Lia Istifhama, Bahas Stabilitas hingga Kepercayaan Publik

AKM • Sunday, 15 Feb 2026 - 13:13 WIB
kunjungan tim Mabes Polri ke kediaman Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, - Jilbab Merah di Surabaya (Istimewa)

Surabaya — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan tim Mabes Polri ke kediaman Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, di Surabaya, Kamis (13/2). Rombongan dipimpin Kombes Pol. Hendri H. Siregar, S.I.K., dalam rangka silaturahmi dan dialog kebangsaan.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun substantif. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari dinamika sosial-politik nasional, kepercayaan publik terhadap institusi negara, hingga pentingnya stabilitas di tengah tantangan global dan disrupsi digital.

Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, menegaskan bahwa politik tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial masyarakat.

“Politik adalah turunan dari sosial. Jadi saya mencoba menjalankan fungsi politik secara adaptif dengan situasi sosial. Karena politik dan demokrasi bertujuan menjaga keberlangsungan bangsa,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan generasi muda terhadap negara, terutama di era revolusi digital yang dinilai penuh dinamika dan potensi disrupsi sosial.

“Bagaimana agar generasi muda tetap memiliki kepercayaan bahwa negara dengan segala perangkatnya, seperti institusi kepolisian, hadir untuk mereka. Jangan sampai ada bagian dari anak bangsa yang memiliki low trust pada negara,” kata Lia.

Menurutnya, ruang politik seharusnya menjadi jembatan antara masyarakat dan aparat negara agar tercipta harmoni dan stabilitas nasional.

“Kita bicara kelangsungan bangsa. Di tengah situasi global yang hangat di sana-sini, Indonesia harus tetap adem dan damai,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Lia juga menjelaskan pandangannya terkait posisi Polri dalam struktur ketatanegaraan. Ia menyebut dukungannya agar Polri tetap berada di bawah Presiden merupakan sikap objektif demi stabilitas negara.

“Ketika saya berbicara agar Polri tetap berada di bawah Presiden, bukan kementerian mana pun, itu murni sangat objektif. Tidak ada kepentingan apa pun, karena saya berbicara soal stabilitas negara,” tegasnya.

Ia menilai perubahan struktur pada institusi strategis seperti kepolisian perlu dipertimbangkan secara matang karena berpotensi berdampak pada stabilitas keamanan dan pertahanan.

Selain itu, Lia turut menyinggung pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai pedoman pembangunan jangka panjang.

“PPHN adalah pokok-pokok haluan negara. Pembangunan strategis seharusnya tidak bergantung pada periodesasi kepresidenan. Yang bersifat pokok biarlah terus berjalan, tinggal praktiknya yang adaptif,” jelasnya.

Sampaikan Apresiasi

Sementara itu, pimpinan rombongan Mabes Polri, Kombes Pol. Hendri H. Siregar, menyampaikan apresiasi atas pandangan dan sikap politik Lia Istifhama.

“Ibu Lia sangat ramah dan terbuka dalam berbicara. Beliau cerdas dalam pemikiran, memiliki wawasan luas dan integritas tinggi terhadap keberlangsungan bangsa. Sikap politik yang sangat dewasa, dan kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi lintas kelembagaan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara wakil rakyat dan institusi negara dalam merawat stabilitas dan persatuan nasional.