
Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa sekolah yang menjadi salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto memasuki tahun pertama pelaksanaan. Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat pendekatan preventif melalui deteksi dini berbagai persoalan kesehatan anak usia sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung pelaksanaan CKG di SMP Kristen IPEKA Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/2). Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim Puskesmas Tanjung Priok terhadap para siswa.
Menurut Mu’ti, program ini dirancang untuk melakukan pelacakan awal atau *tracing* kondisi kesehatan siswa di seluruh Indonesia. Dengan deteksi sejak dini, potensi gangguan kesehatan dapat segera ditangani sebelum berdampak pada proses belajar dan tumbuh kembang anak.
“Program ini bertujuan memberikan informasi mengenai kondisi kebugaran anak-anak kita. Dengan tubuh yang sehat, mereka dapat belajar dengan optimal dan tumbuh menjadi generasi yang kuat,” ujarnya.
Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat, hingga awal Februari 2026, CKG telah menjangkau sekitar 25 juta siswa di 202.284 sekolah di berbagai daerah. Pemeriksaan meliputi kesehatan umum, gigi, penglihatan, tekanan darah, hingga skrining kondisi tertentu yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar.
Salah satu siswa, Nathan Emmanuel Winoto, mengaku mendapatkan manfaat langsung dari pemeriksaan tersebut. Ia mengetahui adanya peningkatan gangguan penglihatan dan segera disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Menurutnya, langkah tersebut membantunya meningkatkan kenyamanan saat belajar di kelas.
Hal serupa disampaikan Calissta Hendarto yang telah mengikuti program ini untuk kedua kalinya. Ia menilai CKG memberikan rasa aman karena kondisi kesehatannya dapat dipantau secara berkala.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, menyampaikan bahwa evaluasi satu tahun pelaksanaan CKG menunjukkan sejumlah temuan penting. Masalah kesehatan gigi dan gejala hipertensi menjadi kondisi yang cukup sering dijumpai pada anak sekolah.
“Sekarang tidak hanya pemeriksaan, tetapi juga tindak lanjutnya. Kami ingin memastikan anak-anak yang terdeteksi memiliki faktor risiko mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Asnawi.
Ia menambahkan, pemerintah menargetkan 130 juta masyarakat dapat terlayani melalui program pemeriksaan kesehatan gratis secara bertahap. Langkah ini dinilai penting untuk menekan beban penyakit katastropik di masa mendatang melalui intervensi preventif sejak usia dini.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, turut menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap kesehatan. Ia mendorong budaya pemeriksaan rutin dan pola hidup sehat sebagai bagian dari perlindungan anak.
“Periksa lebih cepat, lebih baik. Pencegahan harus menjadi kebiasaan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi lintas kementerian dan dukungan fasilitas kesehatan tingkat pertama, pemerintah berharap CKG tidak hanya menjadi program pemeriksaan tahunan, tetapi juga fondasi penguatan kesehatan publik berbasis sekolah. Dengan pendekatan promotif dan preventif yang konsisten, kualitas kesehatan generasi muda diharapkan meningkat seiring peningkatan mutu pendidikan nasional.