FILM Wuthering Heights, Drama Perjuangan Cinta Menjelang Hari Kasih Sayang

FAZ • Tuesday, 10 Feb 2026 - 10:53 WIB

Genre: Drama
Sutradara: Emerald Fennel
Pemeran: Margot Robbie, Jacob Elordi
Durasi: 2 jam 16 menit
Distrubutor: Warner Bros. Pictures
Mulai tayang di bioskop Indonesia: 10 Februari 2026

Drama romance sexy Wuthering Heights siap menemani kita merayakan Valentine's Day bersama pasangan atau gebetan. Bersiaplah menonton dengan fokus di layar lebar, supaya bisa mengikuti audio visual detail tentang percintaan epic berlatar pedesaan Inggris masa lalu.

Di atas perbukitan Yorkshire yang kasar dan selalu diterjang angin kencang, berdirilah sebuah rumah tua yang kokoh bernama Wuthering Heights. Di sinilah kisah ini bermula, saat sang pemilik rumah, Mr. Earnshaw, membawa pulang seorang anak yatim piatu yang kotor dan kelaparan dari Liverpool. Catherine Earnshaw, putrinya, menamai si bocah Heathcliff.

Catherine awalnya terlihat risih dengan Heathccliff. Namun biasalah, benci jadi rindu yang tak terpisahkan. Mereka menghabiskan masa kecil dengan berlari tanpa alas kaki melintasi padang rumput, tertawa di tengah badai, dan memanjat tebing-tebing curam.

Karakter Catherine yang keras kepala dan Heathcliff yang pendiam menemukan cermin diri mereka satu sama lain. Walau tak pernah terucapkan, mereka sesungguhnya telah jatuh hati sejak awal dan tak terbendung selamanya.

Semuanya berubah saat mereka mulai dewasa. Catherine terpikat oleh kemewahan keluarga Linton di Thrushcross Grange. Edgar Linton, pria kaya, lembut, terpelajar, yang siap menjamin keberlangsungan kehidupan, langsung melamar Catherine.

Pada malam yang kelam, Catherine mencurahkan isi hatinya kepada asistennya, Nelly. Ia mengaku mencintai Heathcliff, namun merasa, menikahi Heathcliff akan "merendahkan derajatnya" karena Heathcliff tidak memiliki apa-apa.

Mendengar dari balik pintu, Heathcliff hanya mendengar bagian "merendahkan derajat" tersebut. Tanpa mendengar pengakuan cinta Catherine selanjutnya, ia pergi meninggalkan Wuthering Heights dalam kemarahan yang membara.

Produser sekaligus pemeran Catherine, Margot Robbie merasa penonton akan merasa terkejut. "Saya rasa orang-orang mungkin mengharapkan film periode yang lebih tradisional, dan film ini jelas bukan seperti itu. Saya rasa orang lain mengharapkan sesuatu yang sangat pedas dan provokatif— dan memang seperti itu di beberapa bagian—tetapi film ini jauh lebih emosional dan menggugah daripada provokatif," ujar Margot.

Dia berharap khalayak akan terhanyut dalam kisah romantis, terkagum-kagum terkagum-kagum dengan visualnya, sinematografinya, desain produksinya, desain kostumnya yang disebut sangat menakjubukan. Desain secara umum sangat menakjubkan.

"Saya rasa khususnya mereka yang akan menontonnya di layar lebar akan terus mengingat gambar-gambar itu seumur hidup mereka. Tetapi saya rasa, lebih dari apa pun, kisah cinta inilah yang sangat menyentuh hati, dan saya rasa sudah sangat lama kita tidak melihat kisah cinta seperti ini di layar, kisah yang membuat kita merasakan begitu banyak hal," tambahnya.

Penonton akan berpikir, sudah lama tak merasakan kisah romance yang begitu terang-terangan tanpa perlu sibuk memikirkan nilai-nilai moral. Kita akan terbawa dan terkonsentrasi saja dengan relasi benci jadi cinta ala Catherine dan Heathcliff.

Sutradara merangkap penulis Emerald Fennel menerangkan daya tarik buku Wuthering Heights. "Novel itu sendiri radikal dalam penolakannya untuk menghakimi karakternya—itulah yang membuatnya begitu mengganggu orang-orang ketika pertama kali diterbitkan, dan masih mengejutkan mereka sekarang," sebut Emerald.

Sebagai sutradara, dia ingin masuk ke ruang di mana penonton melihat versi yang paling menarik, paling hidup, paling rumit dari segalanya. Novelnya sudah sangat luar biasa karena menyerap dan menelan pembaca ke dalamnya, jadi itulah perasaan yang coba diciptakan kembali untuk penonton.

Apalagi seluruh elemen tontonan meminimalkan efek teknologi, alias difilmkan langsung di kamera. Keseruan membuat sesuatu dari awal, sehingga terkesan jadul. Penonton pun dijamin terkesima dengan kostum, make-up dan hal-hal teknis produksi yang detail.

Menyambut Valentine's Day, Wuthering Heights merupakan sebuah hiburan yang mewah dan berani. Kita akan melihat kisah cinta romantis namun tragis yang dikemas dengan visual memukau dan energi modern provokatif, sehingga cocok disaksikan bersama pasangan atau orang-orang terkasih.