
Jakarta — Perum BULOG memperkuat kerja sama strategis dengan TNI Angkatan Darat (AD) guna mempercepat penyerapan gabah dan beras hasil panen petani pada 2026. Langkah ini ditempuh sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan beras nasional sekaligus melindungi harga di tingkat petani.
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Jakarta, Selasa (28/1/2026).
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, keterlibatan TNI AD memiliki peran penting dalam memastikan proses penyerapan gabah berjalan efektif hingga ke wilayah sentra produksi. Keberadaan aparat teritorial, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa), dinilai mampu memperkuat pengawalan panen raya di lapangan.
“Kolaborasi dengan TNI AD memungkinkan BULOG menjangkau petani secara lebih cepat dan merata. Babinsa menjadi mitra strategis dalam mendampingi petani sekaligus memastikan hasil panen dapat terserap secara optimal,” ujar Ahmad Rizal.
Ia menjelaskan, sinergi lintas sektor ini juga bertujuan memperbaiki akurasi data produksi dan panen di daerah. Informasi lapangan yang diperoleh secara real time dinilai krusial agar BULOG dapat merespons dinamika panen, termasuk potensi kendala distribusi dan fluktuasi harga.
Menurutnya, kepastian serapan menjadi faktor kunci dalam menjaga semangat petani untuk terus berproduksi. Dengan dukungan TNI AD, proses penyerapan diharapkan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan sesuai ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.
“Yang terpenting, petani merasa terlindungi. Mereka tidak khawatir hasil panennya tidak terserap atau harganya jatuh. Ini bagian dari keberpihakan negara kepada petani,” katanya.
Lebih jauh, Ahmad Rizal menekankan bahwa percepatan penyerapan gabah bukan semata urusan teknis pengelolaan stok, melainkan strategi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Stok beras yang terjaga dinilai akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Ketahanan pangan dibangun dari hulu. Penyerapan gabah yang optimal adalah fondasi penting menuju kedaulatan pangan dan swasembada beras yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sinergi BULOG dan TNI AD ini diharapkan semakin memperkokoh peran negara dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika produksi, dan fluktuasi harga global.