BULOG Tekankan Peran Media dalam Penguatan Stok dan Stabilisasi Harga Beras

AKM • Saturday, 24 Jan 2026 - 16:42 WIB
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani (Istimewa)

Jakarta– Perum BULOG menegaskan pentingnya dukungan media dalam menyampaikan informasi terkait penguatan stok dan stabilisasi harga beras sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Fun Sport & Networking Session bersama Forum Wartawan BULOG (FORWABUL) di D’GAT 55 BULOG District, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Pemasaran Febby Novita, Direktur Keuangan Hendra Susanto, serta sejumlah jurnalis anggota FORWABUL.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penguatan cadangan beras pemerintah dan stabilisasi harga di tingkat konsumen menjadi fokus utama BULOG dalam mendukung kebijakan pangan nasional. Menurutnya, peran media penting untuk menyampaikan kondisi riil stok dan langkah intervensi yang dilakukan BULOG agar tidak terjadi distorsi informasi di tengah masyarakat.

“Informasi yang akurat dan berimbang sangat dibutuhkan agar publik memahami langkah BULOG dalam menjaga ketersediaan beras dan menstabilkan harga di pasaran,” ujar Rizal.

Ia menjelaskan, BULOG terus menjalankan fungsi pengelolaan stok beras melalui penyerapan produksi dalam negeri, pengelolaan cadangan beras pemerintah, serta penyaluran beras untuk stabilisasi harga dan bantuan pangan sesuai kebijakan pemerintah.

Rangkaian kegiatan Fun Sport & Networking Session diawali dengan olahraga bersama, seperti futsal dan badminton, dan dilanjutkan dengan diskusi santai antara jajaran manajemen BULOG dan insan media. Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai dinamika pasar beras, termasuk tantangan distribusi dan fluktuasi harga.

Rizal berharap sinergi yang terbangun dengan media dapat mendukung transparansi kebijakan pangan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap peran BULOG sebagai penyangga utama stok dan stabilisasi harga beras nasional.