Perkuat Pendidikan Islam, Al-Azhar Siap Kirim Dosen dan Ribuan Ahli Bahasa Arab ke Indonesia

AKM • Friday, 23 Jan 2026 - 14:55 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (Tengah)

Tangerang — Kerja sama strategis antara Indonesia dan Mesir di bidang pendidikan keagamaan semakin menguat. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Universitas Al-Azhar Kairo menyatakan kesiapan memberikan dukungan konkret bagi pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia, termasuk dengan mengirimkan dosen dan tenaga ahli bahasa Arab.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag setibanya di Tanah Air usai melakukan kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo Subianto. Menurut Nasaruddin, Al-Azhar memberikan sinyal positif terhadap penguatan kolaborasi kedua negara, terutama sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas Muslim moderat.

“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama Indonesia dan Mesir, bukan hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam berbagai kepentingan strategis sebagai negara Muslim yang menjunjung nilai moderasi,” ujar Menag di Tangerang, Kamis (22/1/2026).

Menag menjelaskan, dukungan Al-Azhar tidak berhenti pada kerja sama akademik formal, tetapi juga mencakup asistensi langsung terhadap perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Baik perguruan tinggi negeri maupun swasta akan mendapatkan pendampingan untuk memperkuat sistem penjaminan mutu dan kualitas lulusan.

“Al-Azhar bersedia memberikan asistensi bagi UIN, IAIN, maupun PTKIS, terutama dalam penguatan kendali mutu agar menghasilkan lulusan yang semakin kompeten dan berdaya saing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa Al-Azhar juga siap mengirimkan dosen sesuai kebutuhan Indonesia, khususnya dalam bidang Bahasa Arab. Bahkan, Mesir membuka peluang pengiriman antara 200 hingga 1.000 tenaga ahli Bahasa Arab ke Tanah Air.

Kerja sama ini direncanakan akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Mesir. Menurut Menag, pemerintah Mesir dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada April 2026 untuk membahas lebih lanjut program-program strategis yang akan dijalankan bersama.

Indonesia Diakui Punya Peran Strategis Global

Selain membahas kerja sama pendidikan, kunjungan Menag ke Mesir juga menghasilkan pengakuan internasional terhadap posisi Indonesia dalam pengembangan peradaban dunia Islam modern. Dalam berbagai pertemuan dengan pemerintah Mesir dan ulama-ulama internasional, Indonesia dinilai memiliki peran strategis, khususnya dalam pengembangan sains dan teknologi.

Menag mengungkapkan bahwa isu Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuannya dengan Menteri Wakaf Mesir Usamah Al-Sayyid Al-Azhari. Keduanya menekankan pentingnya mengantisipasi perkembangan teknologi agar dapat dimanfaatkan untuk memperkuat peradaban, bukan sebaliknya.

“Kita diminta untuk mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, supaya menjadi kekuatan dalam pengembangan peradaban kebudayaan, bukan justru melemahkan nilai-nilai substantif peradaban itu sendiri,” ujar Menag.

Dalam forum-forum tersebut, Indonesia disebut-sebut sebagai negara yang memiliki potensi besar untuk memainkan peran penting di masa depan. Menurut Menag, banyak ulama dunia memandang Indonesia sebagai negara yang aman, stabil, dan strategis untuk pengembangan sains serta teknologi peradaban modern.

“Indonesia ditantang untuk menjadi epicentrum baru pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.

Dengan pengakuan internasional tersebut, Menag berharap Indonesia mampu mengambil peran kepemimpinan dalam mengarahkan perkembangan teknologi agar memberi dampak positif, tidak hanya bagi umat Islam, tetapi juga bagi masyarakat global.