
Jakarta - Jamaah umrah asal Indonesia yang berangkat pada Januari – Februari 2026 menghadapi cuaca dingin di Tanah Suci dengan suhu mencapai 10 - 15 derajat Celsius pada malam hari. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, namun tetap diselimuti kehangatan ibadah.
Sosok berpengalaman dari Travel Duta Mulia, Hj. Sri Wahyuningsih, yang akrab dengan atmosfer tanah suci, membagikan catatan penting agar jamaah tetap nyaman beribadah.
“Cuaca dingin tidak boleh mengurangi semangat ibadah. Jamaah perlu mempersiapkan diri dengan perlengkapan yang sesuai agar tetap sehat dan khusyuk,” ujarnya, Jumat (16/01).
Tips Cerdas Hj. Sri Wahyuningsih
• Gunakan penutup kepala, pakaian berlapis seperti kaos lengan Panjang dan jaket, syal, sarung tangan dan kaus kaki.
• Membawa obat-obatan pribadi.
• Membawa termos untuk minuman hangat agar stamina terjaga.
• Atur waktu ibadah sesuai kondisi tubuh, terutama saat tawaf dan sai.
• Jaga pola makan dan istirahat yang cukup agar tetap fit sepanjang perjalanan.
Dalam Podcast-nya Hj. Sri Wahyuningsih sebagai sosok yang kerap kali melakukan perjalanan spiritual ke Tanah Suci, berharap jamaah tetap fokus pada ibadah tanpa terganggu kondisi cuaca.
“Dingin di luar, tapi hati jamaah tetap hangat karena bisa beribadah langsung di Tanah Suci,” katanya.
Pada akhirnya, perjalanan ke Tanah Suci bukanlah tentang seberapa jauh jarak yang kita tempuh dan berapa dingin cuacanya, melainkan seberapa dalam hati kita mampu bersimpuh.
Kesiapan fisik dan pemahaman lapangan memang modal yang penting, namun kesiapan jiwa adalah kunci untuk mengetuk pintu langit.