BULOG Pecahkan Rekor Penyerapan Gabah, Perkuat Fondasi Swasembada Pangan 2025

AKM • Friday, 9 Jan 2026 - 11:13 WIB
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani Lakukan Sidak Ke Pasar

Jakarta — Perum BULOG mencatatkan sejarah baru dalam pengadaan pangan nasional dengan memecahkan rekor penyerapan gabah tertinggi sepanjang berdirinya lembaga tersebut. Capaian ini dinilai menjadi salah satu pilar utama keberhasilan swasembada pangan nasional pada tahun 2025.

Sepanjang tahun 2025, BULOG berhasil menyerap 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), ditambah 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. Jika dikonversi, total pengadaan tersebut setara dengan 3.191.969 ton beras, angka tertinggi dalam sejarah pengadaan BULOG.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kehadiran aktif BULOG di sentra-sentra produksi padi.

“BULOG tidak menunggu di gudang. Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini adalah bentuk konkret keberpihakan negara kepada petani,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta.

Ia menambahkan, penyerapan gabah dilakukan dengan mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dirancang untuk melindungi pendapatan petani sekaligus menjaga stabilitas produksi nasional. Menurutnya, stabilitas harga di tingkat petani menjadi kunci keberlanjutan swasembada pangan.

Selain sebagai offtaker utama hasil panen petani, BULOG juga menjalankan peran strategis dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Melalui penguatan stok dan distribusi yang terukur, BULOG berupaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar, sehingga kepentingan petani dan konsumen dapat terlindungi secara bersamaan.

“Stabilitas pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi dan cadangan yang cukup. Di sinilah peran BULOG sebagai instrumen negara menjadi sangat penting,” katanya.

Ahmad Rizal menekankan bahwa keberhasilan penyerapan gabah dalam skala besar tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem pangan nasional. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, petani, BUMN, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penentu.

BULOG, lanjut dia, juga aktif membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan BUMN pangan lainnya, guna menciptakan ekosistem pangan nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Di sisi lain, kerja sama strategis dengan TNI dan Polri turut diperkuat, khususnya dalam pemanfaatan fasilitas pergudangan dan pengamanan stok. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan, keamanan, dan kelancaran pengelolaan cadangan pangan nasional di berbagai wilayah.

Atas kontribusi tersebut, peran BULOG dalam mendukung keberhasilan swasembada pangan 2025 mendapat apresiasi langsung dari Presiden Republik Indonesia. Apresiasi tersebut sekaligus mempertegas posisi BULOG sebagai garda terdepan negara dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan nasional.

Ke depan, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, seiring dengan upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.