Mahasiswi FEB UKI Berkiprah sebagai Juri di Ajang Debat Internasional

ANP • Wednesday, 7 Jan 2026 - 08:23 WIB

JAKARTA - Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI), Fransiska Anastasia Hutabarat, mewakili Indonesia sebagai salah satu juri di kegiatan World Universities Debating Championship (WUDC) 2026, yang berlangsung dari tanggal 28 Desember 2025 – 3 Januari 2026 di Sofia, Bulgaria.

Delegasi Indonesia hadir sebagai juri dan sebagai tim yang bertanding. Peran Fransiska sebagai juri menjadi bukti pengakuan terhadap kualitas intelektual mahasiswa UKI sebagai penilai dalam forum debat tingkat internasional. 

Fransiska Anastasia Hutabarat, bersama Audie Ferrell Liem Fu Wang dari Universitas Kristen Petra, Kyla Abigail Louisa dari Universitas Brawijaya dan Tengku Omar Azfar Haqqani dari Universitas Padjajaran berperan sebagai juri dalam pertandingan WUDC Sofia yang mempertemukan berbagai mahasiswa dari berbagai negara, seperti Amerika, Kanada, Inggris, Australia, Cina, Afrika Selatan, dan sebagainya.

“UKI Debating Union dibimbing oleh pelatih yang berpengalaman dan menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa UKI untuk melatih logika dan berpikir dengan kritis dalam Bahasa Inggris,”  kata Fransiska saat menceritakan pengalaman dirinya selama di UKM Debat.

Rektor UKI, Prof. Dhaniswara K. Harjono menjelaskan bahwa UKI terus melakukan pembinaan mahasiswa secara akademik dan non-akademik. 

“Kompetisi debat menjadi ajang yang rutin diikuti oleh UKI Debating Union untuk mengembangkan kemampuan argumentasi serta jiwa kompetitif,” ujarnya.

Fransiska Anastasia Hutabarat (mahasiswa FEB UKI) dan Ramazan Bayram Sofiano (alumni FH UKI) merupakan peraih juara pertama dalam kompetisi debat National University Debating Championship (NUDC) Tahun 2024, yang dilaksanakan secara luring dari tanggal 26 Mei – 2 Juni 2024 di Universitas Terbuka, Tangerang Selatan.

National University Debating Championship (NUDC) rutin diselenggarakan setiap tahun oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. NUDC menjadi ajang kompetisi nasional untuk menjaring talenta debat terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.