Perkuat Pesisir, Yayasan KEHATI dan BTN Lakukan Penanaman 7.500 Mangrove 

AKM • Monday, 29 Dec 2025 - 12:55 WIB
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan penanaman ribuan mangrove (Istimewa)

Brebes– Upaya rehabilitasi ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim kembali diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan penanaman ribuan mangrove di tiga wilayah pesisir Indonesia sepanjang Desember.

Aksi lingkungan tersebut dilaksanakan di Kawasan Mangrove Lantebung, Kota Makassar, Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, serta pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan Total sebanyak 7.500 batang mangrove jenis Rhizophora spp. ditanam di lahan seluas kurang lebih 1 hektare, dengan masing-masing lokasi menerima 2.500 batang mangrove.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), dengan fokus pada perlindungan kawasan pesisir sekaligus kontribusi terhadap pengendalian dampak perubahan iklim.

Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI, Toufik Alansar, menekankan bahwa penanaman mangrove memiliki makna lebih luas dibanding sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi pesisir sangat bergantung pada kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, dan lembaga konservasi.

“Penanaman mangrove bukan hanya soal menanam pohon, tetapi membangun kesadaran kolektif dan komitmen jangka panjang untuk menjaga ekosistem pesisir. Kolaborasi dengan BTN menunjukkan peran strategis sektor usaha dalam aksi nyata mitigasi perubahan iklim,” ujar Toufik dalam keterangan tertulis kepada Media.

Ia menjelaskan, mangrove memiliki fungsi ekologis yang sangat penting, mulai dari melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem, menjadi habitat berbagai spesies, hingga berperan sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru (blue carbon). Karena itu, program ini juga dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang aksi iklim dan SDGs 14 terkait ekosistem laut.

Dari sisi korporasi, Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, mengatakan keterlibatan BTN dalam program penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, BTN secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif hijau, baik melalui pembiayaan maupun aksi langsung di lapangan.

“Hingga kini BTN terus mendorong penyaluran kredit untuk rumah rendah emisi, menjalankan Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu, serta melakukan penanaman pohon di area hijau dan kawasan permukiman,” kata Ramon.

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan bagi BTN bukan sekadar konsep, melainkan tanggung jawab nyata yang harus diwujudkan. “Bumi juga adalah rumah yang harus kita jaga bersama. Kehidupan tidak hanya tentang hari ini, tetapi juga masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan penanaman mangrove dilakukan secara bertahap sepanjang Desember. Seremoni pertama digelar di Kawasan Mangrove Lantebung, Kota Makassar, yang juga diisi dengan kegiatan pelepasliaran kepiting bakau sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem. Kegiatan kemudian berlanjut ke Desa Kaliwlingi, Brebes, dengan peresmian kebun bibit mangrove yang dikelola oleh Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan Pesisir (KMPHP) Mangrove Sari. Rangkaian ditutup di pesisir Wonokerto, Pekalongan, bersama Kelompok Kolodhito Jaya Makmur.

Melalui program ini, BTN dan Yayasan KEHATI berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara sektor swasta, masyarakat lokal, dan para pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan kawasan pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata.