Semangat Zaki dan Rafa, Siswa SRMA 9 Jakarta Timur Tekuni Teqball Demi Masa Depan

ANP • Monday, 15 Dec 2025 - 20:32 WIB

JAKARTA — Semangat pantang menyerah ditunjukkan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta Timur melalui kegiatan ekstrakurikuler olahraga Teqball. Meski berasal dari latar belakang sederhana, mereka berani bermimpi menjadi atlet nasional.

Salah satunya adalah Zaki Ramadhan (16), siswa asal Pasar Rebo, Jakarta Timur. Zaki mengaku mengetahui keberadaan Sekolah Rakyat dari petugas Kementerian Sosial yang datang langsung ke rumahnya.

“Dari orang Kemensos, datang ke rumah,” ujar Zaki.

Sebelum bersekolah di SRMA, Zaki mengaku tidak aktif bersekolah. Kedua orang tuanya bekerja sebagai pedagang gorengan. Kesempatan bersekolah di SRMA menjadi titik balik dalam hidupnya.

Kini, Zaki aktif mengikuti kegiatan olahraga, terutama futsal dan Teqball. Meski awalnya tidak mengenal olahraga tersebut, ketertarikan muncul setelah diajak berlatih.

“Awalnya cuma diajak, lama-lama jadi suka,” katanya.

Teqball sendiri merupakan olahraga yang memadukan unsur sepak bola dan tenis meja, dimainkan di atas meja melengkung menggunakan kaki, paha, atau kepala. Menurut Zaki, tantangan terbesarnya adalah menerima bola saat latihan.

“Kadang panik, takut belum bisa nerima bolanya,” ujarnya jujur.

Latihan Teqball di SRMA 9 Jakarta Timur rutin dilakukan tiga kali seminggu, yakni Senin, Rabu, dan Jumat, dengan pelatih yang berasal dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Zaki berharap olahraga ini bisa semakin dikenal luas di Indonesia.

“Pengen ngembangin Teqball biar lebih terkenal,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar fasilitas dan perlengkapan latihan seperti seragam dan meja Teqball bisa segera dilengkapi.

Harapan serupa disampaikan Rafa Movi Arieli (16), siswa SRMA 9 lainnya yang juga menekuni Teqball. Rafa mengaku mulai menyukai olahraga ini karena seru dan bisa dimainkan bersama teman.

“Awalnya diajak latihan, lama-lama enak dan seru,” kata Rafa.

Rafa mengenal Teqball dari media sosial dan tokoh sepak bola dunia seperti Neymar. Meski mengaku olahraga ini cukup sulit, ia merasa senang bisa mempelajarinya secara gratis di Sekolah Rakyat.

Selain Teqball, Rafa juga mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis dan futsal. Ia menegaskan tidak memiliki keluhan selama latihan, hanya berharap fasilitas olahraga bisa semakin lengkap.

Keduanya sepakat bahwa kekalahan dalam pertandingan bukan alasan untuk menyerah. Mereka bercita-cita suatu hari bisa menjadi atlet Teqball nasional dan mengharumkan nama sekolah.

“Latihan terus dan jangan nyerah walaupun kalah,” pesan Rafa.

Program Sekolah Rakyat melalui pendidikan dan pembinaan karakter ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga.