SRMP 6 Jakarta Timur Unggulkan AI Coding dan Design Grafis Untuk Pendidikan Siswa Kurang Mampu

ANP • Saturday, 13 Dec 2025 - 13:14 WIB
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta Timur Regut Sutrasto

Jakarta – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 6 Jakarta Timur terus berupaya menghadirkan pendidikan unggul bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan mengedepankan digitalisasi, khususnya pembelajaran AI dan coding, yang dibarengi penguatan pendidikan karakter.

Kepala SRMP 6 Jakarta Timur, Regut Sutrasto, mengatakan sekolahnya mencoba mengambil pendekatan berbeda dengan membekali siswa kemampuan teknologi sejak dini. Salah satunya melalui pelajaran AI coding serta desain grafis yang didukung fasilitas memadai.

“Yang kami unggulkan adalah digitalisasinya. Di akademik ada pelajaran AI coding, kemudian kami juga memberdayakan guru unggul di bidang desain grafis. Walaupun masih tahap awal, setidaknya anak-anak sudah kami bekali desain grafis yang dikombinasikan dengan coding, apalagi fasilitasnya mendukung, satu siswa satu laptop,” ujar Regut.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar siswa selangkah lebih maju di bidang teknologi informasi yang ke depan semakin dibutuhkan. Meski fokus pada teknologi, sekolah tetap menyeimbangkan dengan pendidikan karakter.

“Teknologinya harus bagus, tapi karakternya juga harus bagus. Kami bentuk melalui kebiasaan ibadah, kedisiplinan, kebersihan, hingga pola hidup sehat,” katanya.

Saat ini, SRMP 6 Jakarta Timur memiliki 70 siswa yang terdiri dari 38 perempuan dan 32 laki-laki dalam tiga kelas. Seluruh siswa masih berada di kelas VII karena sekolah tersebut tergolong baru. Para siswa berasal dari tiga wilayah administrasi, yakni Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat.

Regut menjelaskan, sekolah juga memperhatikan aspek gizi dan kesehatan siswa. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi tiga kali sehari serta dipantau berat badannya setiap bulan.

“Rata-rata berat badan anak naik sekitar dua kilogram setiap bulan. Banyak yang awalnya kurus dan kurang terurus, sekarang sudah lebih sehat, bersih, dan ceria. Ini menjadi kebanggaan kami,” ungkapnya.

Terkait hubungan dengan orang tua, pihak sekolah memberikan waktu kunjungan sebulan sekali. Antusiasme orang tua, kata Regut, sangat tinggi karena melihat perubahan positif pada anak-anak mereka.

Dalam pengelolaan sekolah, tantangan utama yang dihadapi adalah mengubah pola hidup dan kebiasaan siswa, terutama terkait kedisiplinan waktu, pola makan, serta perawatan fasilitas yang diberikan negara, seperti laptop dan perlengkapan sekolah.

“Kami juga tidak memperkenankan siswa membawa handphone. Komunikasi dengan orang tua difasilitasi melalui wali asuh,” jelasnya.

Ke depan, SRMP 6 Jakarta Timur menargetkan para lulusannya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk Sekolah Rakyat Menengah Atas maupun sekolah unggulan lainnya. Bahkan, sejak dini siswa didorong untuk memiliki rencana masa depan.

“Anak-anak sudah mulai menulis proposal hidup mereka. Ada yang ingin jadi wirausaha, polisi, tentara, hingga kuliah di berbagai jurusan. Ini yang kami harapkan, mereka punya cita-cita dan arah hidup yang jelas,” tutup Regut.