Tinjau Aceh Tamiang, AHY Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

FAZ • Thursday, 11 Dec 2025 - 19:34 WIB

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali meninjau langsung wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Kali ini, AHY menyambangi Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu daerah yang mengalami kerusakan terparah akibat bencana tersebut.

Dalam kunjungan pada Rabu (10/12), Menko AHY menyampaikan duka mendalam atas banyaknya korban jiwa serta kerusakan besar yang dialami masyarakat setempat. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terus berjibaku dalam penanganan bencana.

“Hari ini saya kembali lagi ke daerah bencana. Setelah melakukan perjalanan dari Sumatra Utara, saat ini kita berada di Aceh Tamiang, salah satu kabupaten yang paling parah terdampak bencana,” kata AHY dalam keterangan resmi, Kamis (11/12/2025).

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memberikan bantuan secara langsung untuk masyarakat terdampak maupun melakukan pemetaan kerusakan infrastruktur dan dampak bencana secara lebih detail sesuai tugas koordinasi Kemenko Infrastruktur. Ia menyebut kondisi lapangan sangat memprihatinkan.

“Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, memang sangat parah. Hampir semua struktur bangunan, baik milik masyarakat maupun milik pemerintah, hancur atau rusak berat akibat banjir besar dan longsor beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Selain menyampaikan rasa duka atas korban meninggal dan hilang, AHY menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan penanganan darurat secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.

Selain itu, Ia menekankan pentingnya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, mulai dari logistik, air bersih, layanan kesehatan, hingga tenda darurat.

“Bantuan logistik, seperti beras dan sembako, harus terus mengalir karena masyarakat sama sekali tidak memiliki daya untuk mencukupi kebutuhan harian,” ucap AHY.

AHY juga meminta balai-balai teknis di bawah Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pemulihan akses. Banyak jalan dan jembatan yang putus membuat mobilitas antar kecamatan terganggu.

“Antar kecamatan dan antar desa harus bisa tersambung kembali,” katanya.

Untuk itu, ia menekankan perlunya percepatan pengerahan alat berat untuk mempercepat pembersihan dan perbaikan infrastruktur.

“Pengerahan alat-alat berat seperti ekskavator, loader, dan backhoe harus dikawal bersama, agar proses pembersihan dan perbaikan dapat berjalan cepat,” tegas AHY.

Dalam dialog dengan Bupati Aceh Tamiang, Menko AHY juga menerima laporan bahwa 12 kecamatan masih mengalami pemadaman listrik total. 

“Ini akan saya sampaikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.

AHY juga mendorong percepatan pemulihan layanan komunikasi yang saat ini masih sangat terbatas. Ia kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.

“Terima kasih kepada Pak Bupati dan seluruh jajaran atas kerja kerasnya. Juga kepada BNPB, BPBD, Polri, Kementerian PU, dan semua pihak yang pagi, siang, malam terus berusaha memulihkan situasi,” kata Menko AHY.

Selain penanganan darurat, AHY menegaskan pentingnya mempersiapkan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, logistik, hingga aktivitas sosial-ekonomi masyarakat akan menjadi prioritas.

“Saya datang karena ingin kita bersama-sama mempercepat proses pemulihan dan recovery untuk masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Menko AHY juga menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan serta dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Bantuan tersebut meliputi beras, sembako, obat-obatan, pakaian, makanan bayi, serta kebutuhan dasar untuk ibu-ibu.

“Kita harapkan semoga bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi berat ini. Mohon diterima dengan baik dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di Aceh,” pungkas Menko AHY.