dr Teguh Tanuwidjaja dan Atta Halilintar Ungkap Kunci Sukses Personal Branding Dokter di ISWAM 2025 

FAZ • Wednesday, 10 Dec 2025 - 16:18 WIB

JAKARTA - Indonesia kembali menegaskan pengaruhnya di panggung estetika internasional melalui penyelenggaraan 3rd ISAM Annual Meeting 2025 dan 16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) di ICE BSD, Tangerang. 

Ajang ilmiah yang dihimpun International Society of Aesthetic Medicine (ISAM) ini menarik perhatian publik setelah Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K) hadir langsung meninjau rangkaian kegiatan.

Salah satu sesi yang paling banyak menyita perhatian peserta adalah kolaborasi antara dr.Teguh Tanuwidjaja, Presiden ISAM, dengan figur publik Atta Halilintar dalam membahas personal branding dokter di era digital.

Dalam paparannya, dr. Teguh menekankan pentingnya peran dokter sebagai komunikator publik yang terpercaya.

“Tugas dokter saat ini bukan hanya memberikan tindakan, tetapi juga menghadirkan edukasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar dr. Teguh dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Selain itu, Atta Halilintar menambahkan bahwa kesuksesan citra profesional tidak ditentukan oleh viralitas semata.

“Branding itu tentang konsistensi dan manfaat. Publik akan percaya jika dokter mampu berbagi informasi yang autentik, beretika, dan relevan,” jelas Atta.

Sesi ini menjadi salah satu titik penting ISWAM 2025, memperlihatkan bagaimana integritas ilmiah dapat berjalan berdampingan dengan komunikasi digital yang modern.

Kehadiran Wamenkes di lokasi acara menjadi penanda kuat bahwa pemerintah memberi dukungan pada penguatan standar kompetensi dan keamanan layanan estetika nasional. 

Ia meninjau berbagai sesi ilmiah serta booth industri estetika, termasuk teknologi perangkat medis, skincare, dan inovasi anti-aging.

“Ini memberi dorongan tersendiri karena kami merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Andreas Takarianto, Manager PT Pharmindo Rimpang Kokoh.

ISWAM 2025 diikuti lebih dari 200 pakar internasional dan delegasi dari 44 negara, menjadikannya salah satu forum estetika medis terbesar di Asia.

Sebagai Presiden ISAM, dr. Teguh Tanuwidjaja menyebut tahun 2025 sebagai momentum paling progresif, ditandai bertambahnya negara Presidency menjadi 44. Di bawah arahan dia, ISAM menetapkan empat agenda strategis:

Implementasi ISWAM di seluruh negara Presidency; Penyetaraan Credit Units setara standar CME/CPD; Program pertukaran profesor internasional; Ekspansi National Chapters ISAM hingga tingkat regional.

Langkah-langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai penggerak standar estetika dan anti-aging global. Program unggulan seperti Cadaver Dissection, Anatomy Lab, dan Live Injection Demo kembali menjadi magnet utama peserta.

ISWAM 2025 turut menjadi ajang diplomasi ilmu pengetahuan. Sejumlah duta besar negara sahabat hadir, termasuk: Dubes Malaysia; Dubes Serbia; Dubes Ekuador; Dubes Uruguay.

Kehadiran para diplomat ini menunjukkan kepercayaan internasional terhadap kapasitas akademik dan klinis ISAM di bawah kepemimpinan Indonesia. Forum ini membuka kesempatan kolaborasi riset, pendidikan medis, hingga industri estetika lintas negara.

PERDESTI memperkuat ekosistem estetika nasional melalui kurikulum berbasis evidence-based medicine dan peningkatan kompetensi dokter secara menyeluruh. Ketua Umum PERDESTI, Hendry Hartono, menekankan pentingnya kesiapan SDM medis dalam menghadapi persaingan internasional.

Dalam sesi ilmiah, dr. Teguh menyampaikan peluang besar Indonesia untuk memimpin sektor health–aesthetic tourism di Asia.

“Indonesia siap bersaing dengan Korea, Thailand, dan Vietnam karena kita punya keunggulan medis, budaya, dan kekuatan riset,” tegasnya.

ISWAM 2025 turut menyoroti tren global aesthetic genitalia, termasuk: Teknologi kombinasi benang dan hyaluronic acid untuk perempuan hasil kolaborasi Indonesia–Argentina; Teknik injeksi non-bedah temporary untuk pria yang lebih aman dan sesuai riset mutakhir.

Topik ini menjadi pusat diskusi ilmiah mengingat meningkatnya kebutuhan layanan estetika berbasis riset.

Untuk memperkuat posisinya secara global, ISAM dan PERDESTI menetapkan tiga langkah lanjutan: Penyelenggaraan ISWAM nasional di seluruh negara Presidency; Implementasi International Credit Point System; Pembentukan lembaga pengampu Aesthetic & Anti-Aging Medicine berbasis kurikulum global.

Dengan dukungan pemerintah, kepemimpinan ilmiah dr. Teguh Tanuwidjaja, serta keterlibatan para duta besar, Indonesia semakin mantap membangun diri sebagai salah satu poros estetika dan anti-aging paling berpengaruh di Asia Pasifik.