Ribuan Pelari Meriahkan Tangerang 10K, Kota Tangerang Tunjukkan Potensinya sebagai Destinasi Sport Tourism

MUS • Sunday, 7 Dec 2025 - 13:39 WIB

Tangerang – Sejak pukul 03.30 WIB pada Minggu (7/12/2025), ribuan pelari telah memadati Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang. Keramaian ini menandai besarnya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan perdana Tangerang 10K, ajang lari hasil kolaborasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Harian Kompas dan bank bjb.

Seiring matahari mulai terbit, aktivitas pra-race di area Puspem berlangsung dalam suasana yang hidup. MC membuka acara dengan menyapa para peserta, dilanjutkan penyampaian salam kepada tamu undangan serta pengantar singkat mengenai alur kegiatan menjelang start.

Turut hadir dalam prosesi flag off Wali Kota Tangerang Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan, CEO KG Media Andi Budiman, Direktur Bisnis Harian Kompas Lukminto Wibowo, serta Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini. 

Begitu flag off dilakukan, para pelari langsung menyebar keluar dari kawasan Puspem, memasuki rute lari Tangerang 10K yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman lebih dari sekadar kompetisi.

Setiap kilometer lintasan Tangerang 10K menghubungkan para pelari dengan denyut kehidupan Kota Tangerang. Dari kawasan pemerintahan yang menjadi simbol perjalanan kota modern hingga ruas Jalan Daan Mogot yang merupakan nadi pergerakan masyarakat sehari-hari.

Saat memasuki segmen kota lama, suasana perlahan berubah. Taman Makam Pahlawan Taruna, Masjid Agung Al-Ittihad dengan kubah kerucut bernuansa Tionghoa, dan kawasan titik nol Kota “Benteng” menghadirkan lanskap budaya yang mempertemukan masa kini dan masa lampau.

Di sepanjang Pasar Lama, bangunan cagar budaya seperti Museum Benteng Heritage, Kelenteng Boen Tek Bio, dan Masjid Jami Kalipasir menyuguhkan potongan sejarah Kota Tangerang yang jarang tersingkap dalam keseharian. 

Deretan bangunan tua serta suasana pecinan yang masih terjaga menjadi panorama yang menemani langkah para pelari, memperlihatkan bagaimana jejak masa lampau kota itu tetap hidup di tengah modernitas.

Kemeriahan Tangerang 10K semakin terasa berkat ragam cheering dan atraksi budaya yang disiapkan untuk menyemangati pelari di sepanjang rute. 

Dukungan masyarakat yang memadati berbagai titik rute menambah energi pagi itu, menjadikan Tangerang 10K bukan hanya ajang berlari, tetapi juga ruang bersama untuk merayakan identitas kota.

Suasana ini sekaligus menghidupkan tema “Run the Story” yang diusung Tangerang 10K. Tema tersebut mengajak para pelari dan masyarakat untuk ikut menuliskan cerita bersama Kota Tangerang. 

Setiap dukungan warga, atraksi budaya, hingga titik-titik rute yang dilalui menjadi bagian dari cerita kolektif yang dirayakan pagi itu, memperlihatkan bagaimana Kota Tangerang tumbuh melalui kebersamaan warganya.

Penyelenggaraan Tangerang 10K tahun ini juga menorehkan catatan capaian yang membanggakan. Para pelari terbaik dari berbagai kategori menunjukkan performa impresif sejak garis start. 

Di kategori National Female, Nefriana Ariance Daik tampil sebagai juara dengan catatan waktu 00:36:53. Sementara itu, gelar Master Female diraih Cecilia Thrisna Gunawan dengan waktu 00:45:27, dan kemenangan Frontliner Female diamankan Yvonne Hillery Betiyang yang finis dengan waktu 00:45:33.

Pada kelompok pria, Rikki Marthin Luther S keluar sebagai pemenang National Male dengan waktu 00:31:25. Di kategori Master Male, Abdul Haris mencatat waktu tercepat 00:36:24, sedangkan Chandra Anugrah Pratama menjadi yang terbaik di kategori Frontliner Male dengan waktu 00:33:26. 

Deretan prestasi ini memperlihatkan bahwa gelaran perdana Tangerang 10K tidak hanya merayakan semangat berlari, tetapi juga menjadi panggung bagi munculnya talenta-talenta kuat dari berbagai lapisan komunitas lari.

Kegiatan berlanjut dengan konferensi pers di area Puspem Kota Tangerang. Pada sesi ini, jajaran pemerintah daerah, penyelenggara, dan mitra pendukung memaparkan catatan penyelenggaraan serta refleksi awal mengenai gelaran perdana Tangerang 10K.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman membuka sesi dengan menyampaikan apresiasinya terhadap besarnya partisipasi publik dan kelancaran acara.

“Melihat pelaksanaan Tangerang 10K hari ini, saya sangat bangga dan terharu dengan antusiasme masyarakat yang begitu luar biasa. Ribuan pelari dari berbagai kota hadir dan meramaikan Kota Tangerang sejak pagi hari. Ini menjadi bukti bahwa Tangerang memiliki potensi besar sebagai tuan rumah event olahraga berskala nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Tangerang 10K bukan hanya kompetisi, tetapi ruang kolaborasi antara olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM lokal, sekaligus momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kota Tangerang melalui pengalaman berlari.

Hal serupa diungkapkan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Adi Prinantyo yang menilai antusiasme pelari terlihat sejak area start hingga garis finis. Ia juga menyoroti kehadiran dukungan masyarakat kota yang membuat atmosfer lomba sangat hidup. 

Menurutnya, sebagai ajang yang pertama kali digelar, catatan waktu para pelari menunjukkan performa yang cukup impresif, bahkan beberapa di antaranya berhasil mencatatkan personal best.

“Tangerang 10K juga diisi oleh ‘The Frontliner’ terpilih yang turut berkompetisi sekaligus memberikan warna tersendiri, sekaligus meningkatkan level kompetisi Tangerang 10K sebagai ajang yang inklusif namun tetap memiliki standar persaingan yang kuat,” tambahnya.

CEO Regional IV bank bjb Ujang Aep Saepulloh menyampaikan bahwa Tangerang 10K perdana ini menjadi bukti bagaimana sinergi lintas pihak mampu menciptakan penyelenggaraan yang hangat dan partisipatif.

"Dapat dilihat dari antusiasme para pelari yang datang ke Kota Tangerang untuk mengikuti Tangerang 10K perdana, bahwa kolaborasi antara berbagai pihak—mulai dari pemerintah kota, penyelenggara, komunitas, dinas-dinas, kepolisian, hingga masyarakat—berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran bjb Teras Lokal di race village dan aktivitas UMKM di sekitar area acara menjadi salah satu bukti bagaimana kegiatan ini mendorong ekonomi lokal. Kolaborasi ini, menurutnya, sejalan dengan komitmen bank bjb dalam mendukung gaya hidup sehat, penguatan ekonomi daerah, dan pertumbuhan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Sesi konferensi pers juga menghadirkan perwakilan dari The Frontliner, Ramdani, yang membagikan pengalamannya mengikuti gelaran perdana ini. Ia menyampaikan bahwa rute Tangerang 10K menghadirkan pengalaman berlari yang unik, dengan perpaduan tantangan lintasan, sambutan masyarakat, dan panorama kota yang kaya akan cerita.

Dengan berakhirnya konferensi pers tersebut, rangkaian penyelenggaraan Tangerang 10K 2025 pun resmi ditutup. 

Gelaran perdana ini meninggalkan catatan positif berkat antusiasme pelari, keterlibatan masyarakat, serta sinergi berbagai pihak yang memastikan kelancaran acara sejak start hingga finis.

Tangerang 10K tahun ini diyakini dapat menjadi pijakan awal bagi Kota Tangerang dalam menghadirkan ajang sport tourism yang kuat, sekaligus membuka ruang bagi penyelenggaraan yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.