Refleksi Akhir Tahun, Puan Minta Media Masa Kawal Transpormasi DPR 

AKM • Saturday, 6 Dec 2025 - 10:34 WIB

Bandung  – Perbaikan dan evaluasi terus dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat-DPR RI menuju tranformasi parlemen modern. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta media massa berperan aktif mengawal agenda transformasi lembaga parlemen melalui pemberitaan yang berimbang, terverifikasi, dan menjunjung etika jurnalistik.

“Media sebagai Mitra harus berperan aktif  mengawal  agenda transformasi lembaga Parlemen melalui pemberitaan yang berimbang, terverifikasi, dan menjunjung etika jurnalistik.,” ujar Puan dalam forum “Ngariung Bareng DPR: Refleksi Akhir Tahun”, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12).

Ia kemudian menegaskan bahwa transformasi DPR merupakan agenda jangka panjang yang dijalankan secara bertahap melalui perencanaan teknis dan substansi yang matang.

“Transformasi DPR ini betul-betul niat baik. Tapi memang perlu waktu, tidak bisa cepat,” imbuhnya.

Puan memaparkan sejumlah langkah pembenahan, mulai dari penataan kawasan bebas rokok, peningkatan standar keamanan gedung, hingga pembaruan tata kelola internal.

“Langkah dilakukan seperti Moratorium perjalanan luar negeri anggota DPR juga tetap diberlakukan, kecuali untuk misi diplomasi yang diwajibkan bagi pimpinan DPR,” ungkapnya.

Komunikasi yang Sehat

Dalam sesi dialog dengan jurnalis, Puan menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya pemberitaan yang tidak proporsional dan berpotensi memunculkan persepsi keliru tentang DPR.

Ia meminta media menjaga prinsip verifikasi, akurasi, dan keseimbangan dalam laporan mereka.

“Kalau ada satu dua anggota yang salah, jangan sampai merusak citra seluruh lembaga. Ada 580 anggota DPR yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat,” tegasnya.

Puan juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan dampak pemberitaan terhadap keluarga narasumber maupun situasi sosial, mengingat Indonesia mulai memasuki fase politik menuju Pemilu 2029.

Menurutnya, komunikasi yang sehat antara DPR dan media menjadi kunci untuk menjaga kualitas informasi publik.

“DPR dan media itu seperti keluarga besar. Beda pendapat itu wajar, tapi perlu ruang dialog,” tuturnya.

Ia memastikan DPR tetap membuka ruang kritik selama disampaikan secara objektif dan tidak memecah belah. Puan berharap kerja sama DPR dan jurnalis semakin konstruktif pada tahun 2026, seiring dengan agenda lanjutan pembenahan fasilitas, tunjangan, dan tata kelola internal lembaga.

“Saya mohon dukungan media untuk proses transformasi DPR. Semoga tahun depan hubungan kita semakin baik,” pungkasnya.

Duka untuk Sumatra

Dalam kesempatan yang sama, Puan juga menyampaikan keprihatinan dan dula mendalam atas bencana alam di Sumatra.

“Saya mengajak seluruh peserta dan masyarakat mendoakan masyarakat Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah menghadapi bencana hidrometeorologi, Moga diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Puan.

Puan juga meminta pemerintah segera menangani dampak benncana bagi masyarakat.

“ Pemerintah harus segera dan cepat menangani danpak banjir bagi masyarakat dengan melakukan distribusi bantuan kepada mereka,” pintanya.

Sebelumnya, Forum Refleksi Akhir Tahun DPR diikuti ratusan jurnalis Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) itu turut dihadiri Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, serta Ketua KWP DR Ariawan.