
Jakarta - Pernyataan terbaru Anies Baswedan yang menyebut banjir di Sumatra sebagai bencana buatan manusia dan menuntut pelakunya diadili, menuai reaksi warganet.
Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Threads @cyberberita, Anies dengan tegas menyatakan, “Jangan sebut itu bencana alam, tapi bencana buatan manusia, dan pelakunya segera diadili.”
Sebagian mendukung pernyataan Anies, seperti pemilik akun @Boonnah17 yang menulis: Gmna caranya biar mereka diadili?
“Para pejabat yg beri ijin dan para mafia itu yang harus bertanggungjawab,” sambung akun @Suhermanwepi.
Tapi banyak pula netizen yang justru ‘menguliti’ Anies karena dianggap tidak konsisten dan hanya mencari panggung di tengah musibah.
Gelombang komentar sinis mengingatkan rekam jejak Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Netizen ramai-ramai membandingkan sikap kerasnya sekarang, dengan alasan-alasan yang pernah ia lontarkan saat ibu kota dilanda banjir.
“jakarta banjir aja lu nyalahin air salah parkir, terus curah hujan juga salah,” tulis akun @agspnj___ dalam kolom komentar, yang disukai oleh puluhan pengguna lain. Komentar ini secara telak menyindir pernyataan Anies di masa lalu.
Akun lain, @aryawrp, menambahkan dengan nada satir, “Tiba banjir di jakarta dia bilang karena curah hujan.”
Inkonsistensi inilah yang menjadi sorotan utama para netizen. Mereka menilai Anies menerapkan standar ganda: menyalahkan faktor eksternal seperti curah hujan saat memimpin Jakarta, namun dengan lantang menuding adanya ‘pelaku’ pada bencana di daerah lain.
Selain soal inkonsistensi, banyak juga yang menuduh Anies hanya pandai beretorika tanpa memberikan aksi nyata. Warganet membandingkannya dengan para influencer yang sibuk menggalang donasi untuk para korban.
“Influencer pada sibuk cari donasi buat bantuan. Ini malah pansos diatas penderitaan orang lain,” tulis seorang netizen.
Komentar lain yang lebih pedas menuntut Anies untuk bertindak, bukan hanya berbicara. “Minimal nyumbang lah, gausah banyak omom omon, nyumbang seikhlas nya, di bandingkan omon omon,” tulis pengguna lainnya.
Sikap kritis netizen ini menunjukkan bahwa publik kini semakin jeli dalam menyoroti pernyataan para tokoh politik dan membandingkannya dengan rekam jejak mereka. Pernyataan Anies yang diharapkan menuai simpati, justru berbalik menjadi ajang bagi publik untuk mempertanyakan kredibilitas dan konsistensinya.