
Maybrat — Puluhan masyarakat, milenial, serta tokoh pendukung Partai Nasional Demokrat (NasDem) melakukan aksi penyegelan Sekretariat Partai NasDem Kabupaten Maybrat di Kumurkek, Selasa (2/12/2025). Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kinerja Fraksi NasDem DPRK Maybrat, khususnya Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi.
Sebelum penyegelan, massa lebih dahulu menggelar orasi di depan Kantor DPRK Maybrat. Mereka membawa sejumlah spanduk dan pamflet berisi tuntutan agar Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh segera mengevaluasi Fraksi NasDem DPRK Maybrat.
Namun aksi tersebut memanas setelah Ketua DPRK Maybrat Silas Frasawi tidak hadir menemui massa, meski disebut berada di daerah. Massa justru ditemui oleh anggota Fraksi Golkar dan Sekretaris Dewan DPRK Maybrat. Merasa diabaikan, massa kemudian bergerak ke Sekretariat NasDem dan melakukan pemalangan kantor serta menurunkan bendera Partai NasDem.
Dalam orasinya, salah satu perwakilan massa menegaskan mereka tidak akan membuka palang sebelum tuntutan dijawab langsung oleh Surya Paloh.
“Kami akan pindah partai jika tuntutan tidak diindahkan, karena Partai NasDem bukanlah partai yang tepat sebagai alat perjuangan,” tegasnya.
Ia menilai Ketua DPRK Maybrat tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat serta gagal memberikan kontribusi nyata sebagai pimpinan legislatif dari Partai NasDem yang dikenal dengan slogan restorasi dan tanpa mahar politik.
Massa menyampaikan sejumlah poin yang menjadi alasan aksi penyegelan:
1. Empat anggota Fraksi NasDem tidak mampu melakukan sosialisasi dan konsolidasi untuk kepentingan umum masyarakat Maybrat.
2. Empat anggota Fraksi NasDem tidak dapat memfasilitasi pendukung, milenial dan simpatisan untuk melakukan bimbingan di DPP NasDem Jakarta.
3. Gagal menjalankan aspirasi masyarakat Kabupaten Maybrat, terutama pendukung NasDem.
4. Tidak mampu menjaga basis pendukung NasDem di Kabupaten Maybrat.
5. Ketua DPRK tidak dapat merespons dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dalam forum kepartaian maupun diskusi.
6. Ketua DPRK dianggap gagal menjalin kemitraan dengan pihak eksekutif di Kabupaten Maybrat.
7. Ketua DPRK dinilai lebih mementingkan kepentingan pribadi dibanding kepentingan masyarakat Maybrat.
Dalam pernyataan sikapnya, massa menegaskan: “Jika DPP Partai NasDem tidak mengindahkan keluhan kami, maka masyarakat, milenial, dan tokoh-tokoh dari semua basis NasDem akan meninggalkan Partai NasDem dan bergabung dengan partai lain pada Pileg 2029.”
Hingga berita ini diturunkan, penyegelan sekretariat masih berlangsung dan massa menunggu respons resmi dari Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.