Kemendagri dan Setmilpres Verifikasi Lapangan Program Inovasi Ruang Terbuka Non Hijau Kota Manado

MUS • Saturday, 29 Nov 2025 - 10:53 WIB

Manado – Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri bersama Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara melakukan verifikasi lapangan atas usulan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Tahun 2025 atas nama Wali Kota Manado, Andrei Angouw.

Pertemuan digelar di aula Kantor Wali Kota Manado, Kamis (20/11/2025). Tim Verifikasi Satyalancana dipimpin Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Dr. Drs. Amran, MT, bersama Kolonel Caj Sandy, Kepala Bagian Penganugerahan Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Setmilpres. Turut hadir Tim Pengusul Kemendagri, Tim Penilai Setmilpres, kepala dinas terkait, serta para penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Amran menjelaskan bahwa calon penerima telah melalui verifikasi administrasi dan teknis serta lolos pemeriksaan dari empat lembaga hukum, yakni BIN, KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung.

“Pada hari ini Tim Penilai hadir di Kota Manado, untuk melaksanakan verifikasi dan peninjauan lapangan, tahapan ini merupakan untuk melaksanakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2024 tentang Pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan,” ujar Amran.

Ketua Tim Setmilpres, Kolonel Sandy, menegaskan hasil peninjauan ini akan menjadi acuan dalam menindaklanjuti usulan Kemendagri.

BACA JUGA: 411 Daerah Raih Predikat 0 Insiden MBG

“Hari ini kami berada di sini dalam rangka memperkuat usulan Kemendagri dan melihat fakta lapangan terkait dengan keberhasilan program Pengembangan Wisata Bahari Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) yang diusulkan sebagai inovasi yang dilakukan oleh Andrei Angouw sebagai calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya,” tambahnya.

Calon penerima, Andrei Angouw, memaparkan berbagai capaian program RTNH yang memberikan dampak signifikan bagi masyarakat pesisir.

"Dapat kami sampaikan bahwa konsen kami adalah membangun Manado sebagai destinasi pariwisata bahari global dengan ekonomi pesisir yang kuat, ekosistem laut yang terjaga, dan masyarakat yang sejahtera, salah satu inovasi yang kami lakukan melalui pengembangan wisata bahari melalui pembangunan ruang terbuka non hijau dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kelompok nelayan, kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan (Poklahsar) dan kelompok budidaya ikan (Pokdakan) di Kota Manado,” ujar Andrei.

Anggota Poklahsar Dapur Aishah, Amelia, mengakui dampak nyata program tersebut bagi UMKM.

"Berkat dukungan dari Wali Kota Manado, Poklahsar Dapur Aishah telah berhasil menandatangani MoU dengan China senilai 3 juta dollar, untuk ekspor beberapa produk perikanan antara lain abon tuna dan tuna chip,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari verifikasi, tim juga meninjau kawasan MBW II Malalayang untuk melihat langsung hasil pembangunan Ruang Terbuka Non Hijau yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data dan informasi terkait prestasi calon penerima Satyalancana Wira Karya.