BPIP Tingkatkan Kapasitas Dosen Pancasila Lewat Diklat Nasional Angkatan III

FAZ • Thursday, 27 Nov 2025 - 16:08 WIB

JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Ideologi Pancasila Khusus bagi Dosen dan Calon Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan III. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis BPIP dalam meningkatkan kualitas pembinaan ideologi Pancasila di perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter generasi muda.

Acara pembukaan berlangsung di Jakarta dan dipimpin langsung oleh Kepala BPIP Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peran dosen tidak hanya sebatas pendidik dalam konteks akademis, tetapi sekaligus sebagai penjaga nilai dan panutan moral bagi mahasiswa. Penguatan kapasitas pendidik menjadi prioritas nasional dalam rangka memperkuat jati diri bangsa.

“Para dosen memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam membentuk cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak generasi penerus bangsa. Melalui diklat ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar menjadi landasan utama dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi,” ujar Kepala BPIP Prof. Yudian dalam sambutannya.

Acara ini juga turut dihadiri oleh Anggota Dewan Pengarah BPIP, Prof. Dr. Muhammad Amin Abdullah, yang menyampaikan kuliah pengantar mengenai tantangan epistemologis dan metodologis dalam pembelajaran Pancasila pada era digital. 
Menurut beliau, Pancasila harus dielaborasi dengan pendekatan yang lebih terbuka, interdisipliner, serta responsif terhadap perkembangan ilmu dan dinamika sosial budaya masyarakat.

“Pancasila tidak boleh diajarkan secara dogmatis. Ia harus menjadi sumber inspirasi dalam dialog keilmuan, etika publik, dan kehidupan kebangsaan. Dosen perlu menampilkan kompetensi metodologis yang kuat agar mahasiswa merasakan langsung relevansi Pancasila dalam kehidupan mereka,” jelas Prof. Amin Abdullah.

Selanjutnya, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP, Dr. Surahno, S.H., M.H., memberikan pemaparan mengenai struktur, tujuan, dan kurikulum diklat.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang dengan pendekatan komprehensif yang mencakup aspek teoritis, historis, filosofis, serta aplikatif.

“Kurikulum diklat Angkatan III ini disusun untuk menjawab kebutuhan akademik masa kini. Peserta tidak hanya belajar tentang ideologi Pancasila, tetapi juga mendapat pembekalan praktis mengenai strategi pembelajaran, perancangan silabus, serta integrasi nilai-nilai Pancasila dalam berbagai konteks keilmuan,” tutur Surahno.


Seperti diketahui, diklat ini mencakup berbagai modul pembelajaran, antara lain:

* Pendalaman sejarah dan filosofis Pancasila
* Literasi ideologi dan wawasan kebangsaan
* Pendekatan pedagogik berbasis nilai
* Metode penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berperspektif Pancasila
* Studi kasus implementasi nilai Pancasila dalam lingkungan akademik
* Penguatan karakter dan etika publik bagi pendidik

Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti diskusi kelompok terarah, forum akademik, dan praktik penyusunan bahan ajar. 

BPIP menghadirkan sejumlah pakar, akademisi senior, serta praktisi pendidikan untuk mendampingi peserta secara intensif.

Diklat Angkatan III ini diikuti oleh dosen dan calon dosen dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Keragaman latar belakang peserta menciptakan ruang dialog akademik yang kaya dan konstruktif, sehingga pengalaman pembelajaran menjadi lebih komprehensif dan relevan. Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan dalam pengajaran Pancasila di kampus masing-masing.

BPIP menegaskan bahwa penguatan kapasitas pendidik merupakan langkah krusial dalam memastikan keberlanjutan ideologi bangsa di tengah perubahan global. 

Perguruan tinggi menjadi ruang penting bagi tumbuhnya intelektualitas yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi role model dalam menginternalisasikan nilai Pancasila, tidak hanya dalam ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan akademik dan sosial sehari-hari,” tambah Surahno.

Melalui penyelenggaraan Diklat Ideologi Pancasila Angkatan III ini, BPIP semakin meneguhkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pembinaan ideologi Pancasila, terutama di lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidik dalam membentuk karakter mahasiswa yang kritis, beretika, dan berkepribadian Indonesia, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pilar penting pembinaan ideologi bangsa.