Jakarta – Ling Sarawak Kolo Mee meluncurkan konsep outlet terbarunya di kawasan urban Jakarta, fokus sepenuhnya pada Kolo Mee sebagai menu andalan. Dengan mengusung konsep quick service (layanan cepat), Ling Sarawak Kolo Mee berkomitmen menyediakan hidangan khas Borneo yang otentik, cepat, dan berkualitas bagi konsumen di tengah gaya hidup ibukota yang serba cepat.
Didirikan oleh dua saudari yang berakar kuat pada tradisi kuliner Sarawak, Ling Sarawak Kolo Mee didedikasikan untuk menyajikan mi yang sempurna. Kolo Mee, yang secara harfiah berarti "mi kering" dalam dialek Hokkien, menuntut ketepatan dalam pengolahan mi, keseimbangan bumbu, dan penggunaan char siew (daging babi panggang) sebagai pelengkap utama.
Filosofi Kolo Mee: Tekstur dan Keseimbangan Bumbu
Menu utama Ling Sarawak Kolo Mee menonjolkan tiga variasi klasik: Original, Red Sauce, dan Black Sauce. Keunggulan terletak pada:
Tekstur Mi: Mi yang diimpor atau diolah khusus untuk mendapatkan tekstur springy (kenyal dan sedikit berpegas) yang merupakan ciri khas Kolo Mee.
Keseimbangan Bumbu: Bumbu dasar yang dicampur dengan minyak char siew atau minyak khusus (tergantung varian) yang memberikan rasa gurih umami yang kaya tanpa terlalu berminyak.
Ketiga Varian: Memberikan pilihan klasik bagi konsumen Jakarta: Kolo Mee Original yang minimalis, Kolo Mee Merah yang dibalut minyak char siew merah, dan Kolo Mee Hitam yang kaya rasa kecap asin gelap.
Lin Yu Mei, salah satu pendiri, mengungkapkan, “Kolo Mee adalah jiwa dari Sarawak. Kami percaya pada keotentikan rasa yang cepat saji. Kami memastikan outlet kami dapat menyajikan Kolo Mee dengan kualitas terbaik kurang dari 5 menit setelah pemesanan, tanpa mengorbankan tekstur mi maupun kekayaan bumbu Sarawak. Ini adalah benchmark kami.”
Dengan konsep outlet yang ramping dan fokus menu yang tajam, Ling Sarawak Kolo Mee diposisikan sebagai spesialis Kolo Mee di Jakarta, ideal untuk makan siang cepat, takeaway, atau delivery yang efisien. Untuk informasi seputar Ling Sarawak Kolo Mee: [email protected]