
Jakarta - Di balik aktivitas eksplorasi dan eksploitasinya yang bernilai tinggi, industri hulu migas tetap berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Antara lain melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM).
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yanin horizon, mengatakan di Sumbagut pelaksanaan PPM berlangsung di sebagian besar wilayah kerja yang telah berproduksi.
“PPM tersebar di 34 wilayah kerja, khususnya daerah yang sudah berproduksi. Ada empat pilar PPM yang kami jalankan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur,” kata Yanin di Jakarta, Rabu (19/11).
Tidak ingin asyik sendiri, program PPM, kata Yanin, ditekankan pada apa yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. “Ada yang berupa beasiswa pendidikan, perbaikan infrastruktur pendidikan, pemberdayaan UMKM. Kita juga lakukan penanaman pohon dan konservasi lingkungan,” ujarnya.
Bantuan pendidikan yang diberikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), bahkan tembus ke kampus dunia. “Seperti Pertamina Wilayah Kerja Rokan, memberikan beasiswa full ke 2 universitas perminyakan ternama di amerika,” sambung Yanin.
Selama 2024, dana yang digelontorkan KKKS untuk PPM mencapai 5-6 juta US dollar. “Dan tahun ini kemungkinan sama (besarnya),” ujar Yanin.
Pada akhirnya, manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan warga sekitar, tapi juga KKKS sendiri. Karena sumber daya manusia yang dikembangkan melalui program PPM, termasuk beasiswa, berpeluang direkrut sebagai tenaga profesional di KKKS.
“Ini industri profesional, maka semua masyarakat Indonesia berhak berkompetisi untuk mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja,” ucap Yanin.
Ia memastikan program PPM akan terus ada, selama KKKS beroperasi. “SKK Migas minta semua KKKS melaksanakan program ini sepanjang kegiatan operasional mereka,” tutupnya.