UKI Bersama dengan Kementerian PKP RI: Sosialisasi Kredit Program Perumahan

ANP • Wednesday, 19 Nov 2025 - 10:13 WIB

JAKARTA -  Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, menyelenggarakan sosialisasi Program Kredit Program Perumahan (KPP) yang merupakan kebijakan pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan sektor perumahan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa melalui Program KPP, pemerintah akan memberikan pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi kepada UMKM individu atau badan usaha dalam rangka mendukung pencapaian program prioritas di bidang perumahan.

“Kami mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memiliki rumah dan pemerintah secara resmi meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) di bidang perumahan atau KPP. Program ini untuk menyukseskan program tiga juta rumah yang ditetapkan sebagai salah satu dari Proyek Strategis Nasional Periode 2025-2029,” ujar Maruarar.

Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 mengintegrasikan pengembangan perumahan sebagai komponen kunci strategi pembangunan nasional. 

“Maka diperlukan relaksasi kebijakan KUR untuk mendorong pelaku usaha sektor terkait perumahan menyediakan produk perumahan dengan harga terjangkau. Program ini dilaksanakan untuk mempercepat penyediaan rumah sekaligus memperkuat UMKM dan meningkatkan perekonomian nasional, yaitu melalui Program KPP. Dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar lima persen menyebabkan bunga yang ditanggung oleh para pelaku usaha menjadi jauh lebih ringan,”tambahnya.

“Kementerian PKP RI juga memiliki program rumah subsidi yang bunganya hanya lima persen serta PPN ditanggung pemerintah. Program ini ditujukan untuk masyarakat yang pembayarannya dapat dicicil sebesar Rp. 1.000.000,- per bulan,” jelas Maruarar. 

Lebih lanjut Rektor UKI, Prof. Dhaniswara K. Harjono menjelaskan bahwa Kredit Program Perumahan ini diharapkan mampu menjawab tantangan, bahwa masih dibutuhkan 10 juta rumah untuk masyarakat Indonesia. 

“UKI mendukung komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan perumahan rakyat melalui skema kredit terjangkau dan bersinergi lintas sektor, termasuk kalangan akademisi. Oleh sebab itu, pentingnya adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor perbankan dalam mendukung akselerasi program perumahan nasional,” ujar Dhaniswara, saat ditemui di Auditorium Graha William Soeryadjaya UKI Jakarta (18/11). 

“Kerja sama UKI dan Kementerian PKP RI memberikan dampak yang luas. Yang tidak punya rumah menjadi punya rumah dan ekosistem konstruksi perumahan yang awalnya tidak punya modal bisa mendapatkan akses modal. Acara ini mempertemukan calon pembeli rumah dari kalangan civitas UKI dengan pengembang properti, lembaga perbankan penyalur KPR,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika dan pelaku usaha di bidang perumahan serta pengusaha UMKM yang termasuk dalam ekosistem perumahan. 

Turut hadir dalam Sosialisasi Program KPP, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si.;Ketua Pengurus YUKI, Dr. David Tobing; Wakil Rektor UKI bidang Keuangan dan Pemasaran, Dr. Juaniva Sidharta, S.E., M.Si.

Acara ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendorong generasi muda untuk terlibat dalam menyukseskan program perumahan nasional.

Kegiatan didukung oleh berbagai lembaga perbankan nasional seperti Bank BRI, Bank Jakarta serta Bank BTN sebagai mitra strategis dalam penyaluran kredit perumahan rakyat.