Seminar Nasional The Power of Rising Star, Buka Pandangan Generasi Muda Tingkatkan Kompetensi

AKM • Monday, 17 Nov 2025 - 16:13 WIB
Yayasan El John Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional The Power of Rising Star

Jakarta -  Menjadi Seorang Rising Star adalah proses panjang, bukan kejadian tiba-tiba. Berbagai hal diperlukan untuk menunjang  keberhasilan seperti pendidikan hingga kecakapan teknologi, kekuatan bahasa dan pemahaman budaya.

Dalam menunjang keberhasilan itu, Yayasan El John Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional The Power of Rising Star  yang berlangsung di Jakarta, Senin (17/11/2025). 

Acara ini dihadiri finalis Miss Chinese Indonesia  2025 serta masyarakat umum dari DKI Jakarta dan sekitarnya. Seminar ink menghadirkan narasumber lintas disiplin diamtaranya Guru Besar sekaligus Ketua Yayasan Untar Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., Direktur El John Academy; Hasan Karman Jimmy Xiao serta Budayawan Tionghoa.

Ketua Yayasan El John Indonesia, Johnnie Sugiarto, menyatakan seminar ini bukan sekadar tentang individu yang bersinar, melainkan tentang entitas—baik pribadi, institusi, maupun negara—yang menunjukkan potensi kuat untuk terus berkembang.

“The Power of Rising Star itu bukan hanya tentang siapa yang sedang naik daun, tetapi tentang siapa pun—bahkan bangsa—yang sedang tumbuh, mempersiapkan diri, dan mengambil posisi strategis untuk masa depan,” ujarnya kepada Media.

Menurut Johnnie Rising Star adalah mereka yang tahu semua arah yang diperlukan dalam peningkatan kompetensi pribadi.

"Rising Star adalah mereka yang tahu arah perkembangan, meningkatkan kompetensi, dan siap menghadapi tantangan global,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa generasi muda 2045 harus mampu membaca peluang masa depan, memahami perubahan geopolitik, menguasai teknologi, dan membangun citra diri yang kuat di ranah digital.

“ Acara  ini dirancang untuk membuka pandangan generasi muda tentang bagaimana mereka dapat menjadi Rising Star dari berbagai sudut: pendidikan, bahasa, teknologi, budaya, hingga personal branding. Sebab kesempatan selalu ada bagi mereka yang mau belajar. Mimpi boleh setinggi langit. Yang penting kita bergerak, tidak pasif, dan terus berkembang,” tuturnya

Proyek Kebangsaan

Dalam pemaparannya, Prof. Ariawan Gunadi menekankan bahwa pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Ia memaparkan data UNDP Human Development Report 2023, yang menunjukkan HDI Indonesia berada di angka 72,0 (peringkat 116 dunia), jauh di bawah Singapura yang mencapai 0,939 (peringkat 8 dunia).

“Perbedaannya bukan pada kekayaan alam, tetapi pada kebijakan SDM. Singapura menjadikan pendidikan sebagai strategic industry, bukan beban anggaran,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia harus mulai memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar program ⁸lima tahunan.

“Pendidikan harus menjadi proyek kebangsaan lintas pemerintahan. Pemerataan kualitas, digitalisasi pendidikan, dan kolaborasi antar-lembaga adalah keharusan,” pintanya.

Sementara itu, Direktur El John Academy, Jimmy Xiao, mengungkapkan bahwa tahun ini program pembinaan diubah dari konsep lama menjadi format seminar nasional yang lebih edukatif.

“Bulan ini kita tinggalkan istilah pembakaran. Semua diarahkan menjadi seminar nasional sebagai bagian dari bootcamp,” jelasnya.

“Tujuannya bukan hanya menjaga diri, tetapi membuka wawasan generasi muda agar memiliki jiwa dan bekal hidup yang lebih baik.”

Jimmy menjelaskan bahwa para peserta mendapatkan materi dari profesor muda, ahli digital, hingga pengajar sejarah dan bahasa Mandarin. Pendekatan ini dirancang agar peserta tidak hanya fasih berbahasa, tetapi memahami filosofi dan budaya yang menyertai bahasa tersebut.

“Targetnya jelas: kami ingin mereka dibekali kompetensi dan karakter. Mereka harus menjadi bintang Indonesia yang suatu hari tampil di panggung dunia. Ketika mereka mewakili bangsa, mereka membawa hati, loyalitas, dan kebanggaan sebagai orang Indonesia,” tamdasnya.