
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan, pentingnya membangun sistem konektivitas yang berdaya saing untuk mendorong pemerataan kesejahteraan nasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutannya pada pembukaan ALFI Convex 2025, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), pada Rabu (12/11).
Menko AHY menyambut baik penyelenggaraan ALFI Convex 2025 sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat sistem logistik Indonesia.
“Kami mewakili pemerintah menyambut baik inisiatif dan langkah ALFI yang terus berupaya menjadi bagian penting dalam sistem logistik nasional,” kata AHY dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus berjalan seiring dengan upaya pemerataan kesejahteraan rakyat.
“Ekonomi Indonesia harus tumbuh tinggi. Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kabinet Merah Putih berikhtiar mendorong pertumbuhan di seluruh sektor. Namun yang kita kejar bukan hanya pertumbuhan semata, melainkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan infrastruktur yang merata dan konektivitas antarwilayah merupakan kunci dalam menciptakan keadilan sosial dan daya saing ekonomi.
“Berbicara tentang pembangunan infrastruktur dan pemerataan kesejahteraan, dibutuhkan konektivitas yang memiliki daya saing—yang menjangkau dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia,” jelas AHY.
Dalam kesempatan itu, AHY juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem transportasi multimoda yang mengintegrasikan jalur darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk menekan biaya logistik dan memperkecil kesenjangan antarwilayah.
“Konektivitas berarti multimoda—darat, laut, udara, dan sekarang kita kawal pengembangan jalur kereta di berbagai wilayah. Tujuannya agar mobilitas manusia dan barang menjadi lebih efisien, serta disparitas antarwilayah, khususnya Indonesia bagian timur, dapat berkurang,” ujar AHY.
Ia menambahkan, sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan konektivitas nasional.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kita bukan hanya menurunkan biaya logistik dan transportasi, melainkan juga menghadirkan negara di semua penjuru. Setiap warga negara harus memiliki akses yang sama terhadap peluang ekonomi dan kesejahteraan,” ungkap AHY.
Lebih Jauh, AHY menyinggung sejumlah kebijakan yang tengah dikawal pemerintah, termasuk penertiban kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL).
“Berbagai kebijakan sedang kami kawal, termasuk penertiban ODOL. Mudah-mudahan pada Januari 2027 dapat efektif diberlakukan. Hal-hal lain akan terus kita bahas secara tematik dari waktu ke waktu,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ALFI Convex 2025.
“Saya ucapkan selamat kepada ALFI yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga semakin sukses dan memiliki peran strategis ke depan,” pungkasnya.