
Denpasar - Sastra Bentara kembali hadir, Minggu 16 November 2025 di Bentara Budaya Bali & Toko Buku Gramedia Teuku Umar, Denpasar, Bali. Kali ini, Kumpulan Cerpen Awas Kucing Hilang (lalat cintaku) karya Rayni N. Massardi akan dibahas bersama penyair Made Edy Arudi, mulai pukul 16.00 WITA.
Sebanyak 13 Cerita pendek ‘lawas’ dioprek dan diedit ulang oleh pengarangnya, Rayni agar lebih segar, serta ditambah dengan satu cerpen baru Orangutan Bima. Kisah dengan tokoh utama satwa alias hewan (plus monster), ini bukan dongeng sebelum tidur, tetapi merupakan metafora, satire, fabel.
Suka duka hewan adalah cermin diri kita manusia. Perjalanan hidup berliku dari makhluk ciptaan Tuhan. Kita akan bertemu, mengenal lebih dalam, ikut bersedih, ‘baper’ dalam kumpulan cerpen ini. Ada Anjing, Kelinci, Semut, Kucing, Kecoak, Ulat, Tikus, Kura-kura, Cicak, Ayam, Kutu, Lalat, Monster, dan Orangutan.
Premise utama kumpulan cerpen ini adalah: ‘Eloh kalau mau hidup, ya berjuang!’
*Pernyataan Bentara Budaya Bali*
Melalui kisah-kisahnya, Rayni mengajak kita menyelami dunia keseharian, relasi dan kenangan dengan lensa yang jenaka sekaligus getir. Cerita-cerita ringan ini menghadirkan keintiman yang dekat sekaligus memberi kita ruang untuk menertawakan banyak ‘hal kecil,’ yang ternyata tidak sesederhana seperti kelihatannya.
*Pengarang Noorca M.Massardi*
Rayni N. Massardi melalui kumpulan cerpen ini menggambarkan keprihatinan, kegelisahan dan kemarahannya melihat perilaku manusia modern. Rayni menggambarkan situasi dan problem keluarga dan lingkungan hidup dari tokoh tokohnya dengan sangat ironis, lucu, absurd, menyedihkan, mengharukan, sekaligus mampu menyampaikan pesan moral tentang kebaikan, penghormatan terhadap orang tua, dan empati kepada sesama manusia.
Sebuah fabel satiris dengan banyak adegan dan peristiwa tak terduga, dengan ilustrasi drawing Christyan AS yang mendukung cerita.
*Sahabat Rayni, penulis prakata dalam kumpulan cerpen, sekaligus Anggota DPR RI Komisi VII Samuel Wattimena*
Kisah yang unik. 13 tokoh hewan mewakili kita manusia, dengan cara berpikir, bersikap dan bertingkah laku layaknya manusia. Bentuk fabel atau dongeng tentang hewan yang dipilih Rayni, mengungkapkan cerita sedehana namun sarat kritik sosial.
TENTANG RAYNI N. MASSARDI
Rayni N. Massardi lahir di Brussels, Belgia, pada 29 Mei 1957. Lulusan Universitas Paris III, Sorbonne Nouvelle, Departement d’Etude et de Recherches Cinematographiques, Paris, Perancis (1981), ini adalah istri dari pengarang Noorca M. Massardi.
Karya-karya cerpennya pernah dimuat di pelbagai koran dan majalah.
Antara lain terpilih dalam antologi Laki-Laki yang Kawin dengan Peri: Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 1995, dan Riwayat Negeri yang Haru: Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2006.
Antologi Puisi 12 Tahun Sastra Bulan Purnama, Silaturahmi Sehati - 2023, Antologi Cerpen 25 Penulis Perempuan Namaku Luka - 2024. Antologi Puisi Seri Zodiak Kaum Gemini - 2024.
Kumpulan cerpen tunggal karya ibu dari dua anak (Cassandra Massardi & Nakita Massardi), dan nenek dari tiga cucu (Bondi, Dylan, dan Arken), ini adalah: Istri Model Baru, (1990), Pembunuh (2005), I Don’t Care (2008), Awas Kucing Hilang (2010), Terima Kasih, Anakku (2012), dan Awas Kucing Hilang - Lalat Cintaku (2025). Cerpennya Jatuh Cinta masuk dalam Antologi Cerpen tentang Denpasar: Denpasar Kota Persimpangan Sanur Tetap Ramai (2015).
Kumpulan cerpen grafisnya yang pertama adalah Daun Itu Mati (drawing oleh Christyan AS) - 2017.
Sementara itu, 24 gambar Rayni juga dipilih dan dimuat dalam buku karya Sujiwo Tejo & DR Muhammad Nursamad Kamba Tuhan Maha Asyik 2 (2020), dan 19 digital drawing-nya dipilih untuk mengisi ilustrasi buku Ibunda Tercinta Kado Puisi untuk Ni Putu Suastini (2021).
Rayni juga menulis karya nonfiksi, antara lain: Tim Penulis Inspirasi Mode Indonesia (2003), 1655: Tak Ada “Rahasia” dalam Hidup Saya! (2005), Hidup Enggak Enak Itu Enak! (2007), dan Ngoprek Santai Syair Lagu: Dari Taman Langit sampai Tak Ada yang Abadi (2010).
Novelnya yang sudah terbit adalah Langit Terbuka (2015), dan Rainbow Cake (ditulis bersama Christyan AS - 2019). Wajahmu Cerminmu adalah kumpulan sketsa dan aksaranya yang pertama (2022). Novel Darah Kolaborasi Aksara Rayni N. Massardi dan Sketsa Christyan AS. Novel grafis Tidak Jatuh Cinta (ditulis bersama Erby S - 2024). Dan novel Sinar (ide cerita Christyan AS) - 2024.