BPK Dorong Penguatan Good University Governance di Universitas Halu Oleo

AKM • Tuesday, 11 Nov 2025 - 12:19 WIB
Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK RI, Dr. Laode Nusriadi, berikan sambutan pada acara  Wisuda Periode Juli–Oktober 2025


Kendari -  Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mendorong Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk terus memperkuat tata kelola perguruan tinggi atau Good University Governance secara berkelanjutan.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK RI, Dr. Laode Nusriadi, dalam sambutannya pada acara  Wisuda Periode Juli–Oktober 2025 di Auditorium UHO, Kendari, Selasa (11/11).

Dalam pidatonya berjudul Dari Kampus ke Dunia Nyata: Menjawab Tantangan Zaman, Laode menegaskan bahwa penguatan tata kelola menjadi kunci bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan di tengah perubahan zaman yang cepat.

“Perguruan tinggi di seluruh dunia tengah berhadapan dengan pertanyaan mendasar: apakah secara didaktik mereka masih relevan atau telah usang. Karena itu, Universitas Halu Oleo perlu terus memantaskan diri secara otentik untuk berada di barisan perguruan tinggi dengan kontribusi yang kuat dan tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya dihadapan ribuan wisudawan.

Laode menjelaskan bahwa Good University Governance berakar dari tiga kebiasaan sederhana: jujur pada data, disiplin pada proses, dan bertanggung jawab pada hasil.

Menurutnya, tata kelola yang baik akan mendorong efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperluas kesempatan kerja sama pendanaan dengan berbagai pihak.

Ia juga menegaskan bahwa prinsip tata kelola harus diterapkan secara menyeluruh, mulai dari level institusi tertinggi hingga unit terkecil seperti program studi, fakultas, dan laboratorium.

“Keterbukaan kebijakan, akuntabilitas kinerja, dan responsibilitas yang tinggi harus menjadi landasan utama dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tambahnya.

Status BLU dan Arah Menuju PTNBH

Dalam kesempatan itu, Laode juga menyinggung status keuangan UHO yang saat ini masih berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) dan belum beralih menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Ia menilai, perubahan status ke PTNBH memang memberikan otonomi lebih besar, namun UHO tidak perlu tergesa-gesa.

 “Universitas Halu Oleo memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dengan mengonsolidasikan sumber daya agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan memastikan kesejahteraan civitas akademikanya,” katanya.

Laode menyoroti tiga aspek penting yang perlu diperhatikan UHO, yakni  remunerasi yang kompetitif,,atmosfer kerja yang sehat dan inklusif, serta peluang pengembangan diri yang terbuka bagi seluruh civitas akademika.

Pesan untuk Wisudawan

Dalam bagian akhir sambutannya, Laode menyampaikan pesan inspiratif kepada para wisudawan agar tidak gentar menghadapi dunia kerja di tengah kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Ia menekankan bahwa kemampuan teknis tidak akan berarti tanpa empati, akhlak, dan adab.

 “Ilmu pengetahuan mungkin saja mengantarkanmu ke tempat tertinggi cita-citamu, namun akhlak dan adab-lah yang akan menentukan kelanggengan capaianmu,” pesannya.

Mengutip Jalaludin Rumi, Laode menutup pidatonya dengan kutipan, “Dimanapun itu, jalan untuk mencapai kesucian hati adalah kerendahan hati.

Acara wisuda tersebut turut dihadiri oleh Ketua Senat UHO Prof. Dr. H. Jamili, M.Si., Plt. Rektor UHO Dr. Herman, SH., LLM., jajaran civitas akademika, Gubernur Sulawesi Tenggara, serta unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tenggara.