SDM Maritim Mendunia, CEO Pertamina Marine Solutions Perkenalkan Kapabilitas Pelaut Indonesia

FAZ • Monday, 10 Nov 2025 - 19:48 WIB

Abu Dhabi– CEO Pertamina Marine Solutions (PMSol) Dian Prama Irfani menegaskan, sumber daya manusia maritim Indonesia kini semakin diakui dunia. Melalui partisipasinya di ajang energi global ADIPEC 2025 di Abu Dhabi, Pertamina menekankan komitmen untuk memperkenalkan kapabilitas pelaut Indonesia sekaligus membangun kemitraan strategis dengan pemain global di sektor maritim dan energi.

Dalam wawancara eksklusif  via Zoom pada Selasa (4/10), Dian menyampaikan saat ini PMSol telah mempekerjakan lebih dari 10.000 profesional maritim yang mengoperasikan 500 kapal dan 100 pelabuhan, baik di lingkungan Pertamina Group maupun di luar grup.

“Kami ingin memperkenalkan kompetensi dan kapabilitas pelaut Indonesia yang sangat capable dan kompeten dalam menunjang bisnis shipping dan maritime logistics. Kami juga ingin memperluas ekspansi dan menjalin kemitraan strategis dengan global players yang hadir di ADIPEC,” ujarnya.

SDM Maritim Jadi Tulang Punggung Transformasi Digital
Dian menjelaskan, dalam forum diskusi di ADIPEC 2025, para pelaku industri sepakat bahwa masa depan logistik maritim akan semakin smart dengan adopsi teknologi artificial intelligence (AI), automation, dan big data. Namun demikian, menurutnya, teknologi tidak akan menggantikan peran manusia.

“Teknologi tidak akan menggantikan mariners, tapi justru menjadi mitra kerja yang mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi. Tugas kami di PMSol adalah menyiapkan people readiness — memastikan pelaut dan profesional maritim siap menghadapi tantangan teknologi digital, AI, dan transisi energi hijau,” jelas Dian.

Dalam satu setengah tahun terakhir, Pertamina Marine Solutions telah bertransformasi dari sekadar manpower provider menjadi lembaga pengembang kompetensi. PMSol kini fokus pada pelatihan, sertifikasi, dan upskilling tenaga maritim agar siap bersaing di pasar global.

Ekspansi Global dan Pengakuan Internasional


PMSol kini telah menembus pasar Eropa, China, dan Korea, di mana klien internasional menyatakan kepuasan terhadap kinerja pelaut Indonesia. Dian menyebutkan, ekspansi tersebut bersifat berkelanjutan dan strategis.

“Kami tumbuhkan awareness dulu bahwa pelaut Indonesia memenuhi standar global. Tahun lalu kami berhasil dipercaya oleh klien dari Yunani, China, Korea, hingga Singapura. Sekarang pipeline kami juga sedang intens dengan beberapa ship owner Eropa yang ingin membentuk kemitraan strategis dengan kami,” terangnya.

Menyiapkan Pelaut Indonesia untuk Era Hijau dan Digital
Sejalan dengan arah industri menuju energi rendah karbon, PMSol juga fokus menyiapkan pelaut agar mampu mengoperasikan kapal dan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan efisien bahan bakar.

Melalui maritime training center, PMSol melatih pelaut Indonesia untuk akrab dengan teknologi digital, AI, serta prinsip sustainability dan ESG (Environmental, Social, Governance).

“Kami ingin memastikan pelaut Indonesia bisa membaca dashboard digital, memahami data otomasi, hingga mengambil keputusan berbasis analisis. Pelaut Indonesia itu tangguh sejak dulu, tapi sekarang saatnya mereka juga melek teknologi dan bahasa dunia,” tutur Dian.

Dia menegaskan kebanggaannya terhadap pelaut Indonesia yang sejak lama dikenal tangguh dan adaptif. “Pelaut Indonesia tidak kalah dari Filipina, Myanmar, atau India. Mereka diakui kompeten dan berani. Sekarang tantangannya adalah bagaimana agar mereka memenuhi standar global dan siap menghadapi era digital,” katanya.

Dengan strategi pengembangan SDM berkelanjutan dan kolaborasi global, Pertamina Marine Solutions optimistis pelaut Indonesia akan semakin banyak berkibar di industri maritim dunia.