Dorong Transformasi Digital Sekolah, Universitas Budi Luhur Kembangkan E-Learning Berbasis Moodle di SMK Triguna 1956

ANP • Monday, 10 Nov 2025 - 15:07 WIB

Jakarta — Dunia pendidikan Indonesia terus bergerak menuju era digital. Untuk itu Universitas Budi Luhur melalui kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat mengusung tema “Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle & Media Audio Visual Berbasis Digital untuk Pembelajaran Kreatif Inovatif di SMK Triguna 1956.” 

Diungkapkan Ketua Ketua Pelaksana PKM Universitas Budi Luhur, Devit Setiono, program pengembangan e-learning ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dan siswa SMK Triguna 1956 dalam mengoptimalkan penggunaan Learning Management System (LMS) Moodle serta menciptakan media pembelajaran audio visual digital. 

“Selama kegiatan yang berlangsung dari September hingga November 2025 di SMK Triguna 1956 Jakarta Selatan, tim pelaksana memberikan pelatihan intensif tentang desain materi ajar digital, pembuatan video pembelajaran, serta strategi mengelola kelas daring yang interaktif dan menarik,” jelas Devit dalam keterangannya (8/11/2025). 
Devit menambahkan, inisiatif ini bukan sekadar pelatihan teknologi, tetapi juga transformasi budaya belajar.

 “Kami ingin membantu guru dan siswa agar tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.

Program ini lanjut Devit merupakan implementasi dari Keputusan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Nomor 0770/C3/DT.05.00/2025 tanggal 4 September 2025. 
Kegiatan PKM yang dipimpin Devit Setiono ini beranggotakan Ricky W. Putra dan Samidi. Selain melibatkan dosen, kegiatan ini juga mengikutsertakan mahasiswa Universitas Budi Luhur yaitu Almira Myiesha, Muhammad Razin Haidar Karim, Shandyka Azmi, Kurnia Rahmawati dan Dany Fathur Rahman. Pelibatan  mahasiswa tersebut sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan dunia praktik. 

Para guru dan siswa SMK Triguna 1956  merespons sangat positif kegiatan  ini. Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam setiap sesi pelatihan, mulai dari pembuatan akun dan pengelolaan kelas di Moodle hingga proses produksi konten pembelajaran berbasis video. Dengan bimbingan langsung dari tim Universitas Budi Luhur, para guru kini mampu membuat materi ajar digital mandiri, memperkaya pengalaman belajar siswa, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas maupun secara daring.

Wuri Sati Lesatri, peserta pelatihan yang juga guru mata pelajaran produktif, mengungkapkan rasa syukurnya karena kini memiliki keterampilan baru dalam membuat bahan ajar yang lebih menarik. 

“Biasanya kami hanya menggunakan PowerPoint, tapi sekarang bisa membuat video pembelajaran sendiri dan mengunggahnya ke Moodle. Siswa jadi lebih semangat belajar,” tutur Wuri.

Keterlibatan mahasiswa dalam program ini juga menjadi poin penting. Mahasiswa Universitas Budi Luhur turut mendampingi proses teknis seperti instalasi sistem Moodle, pembuatan desain grafis, hingga editing video pembelajaran. Kolaborasi lintas generasi ini menciptakan suasana belajar yang dinamis serta memperkuat semangat berbagi pengetahuan antara dosen, mahasiswa, dan guru sekolah mitra.

Selain berdampak langsung pada peningkatan kapasitas SDM pendidikan, kegiatan PKM ini juga memberikan model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan pembelajaran berbasis digital. 

Dukungan dan Apresiasi Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMDIKTIKSAINTEK) atas dukungan kebijakan dan pendanaan, Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Budi Luhur atas pendampingan akademik dan administratif, serta SMK Triguna 1956 Jakarta yang telah menjadi mitra aktif dan responsif dalam pelaksanaan program. 

“Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa inovasi pendidikan tidak harus dimulai dari ruang kelas modern atau teknologi mahal. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah dan beradaptasi dengan tantangan zaman,” tambah Devit Setiono. 

Melalui program ini, Budi Luhur menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak literasi digital di kalangan tenaga pendidik dan peserta didik, serta berupaya memperkuat peranan dalam mendukung transformasi pendidikan nasional berbasis teknologi. Hasil yang dicapai diharapkan menjadi contoh praktik baik (best practice) bagi sekolah-sekolah lain yang ingin mengembangkan pembelajaran digital secara mandiri. 

Dengan semangat “Cerdas Berbudi Luhur”, program ini menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk mencetak generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi masa depan.