Menko AHY Ungkap Arahan Prabowo Soal Transportasi Kereta: Harus Maju dan Merata

FAZ • Wednesday, 5 Nov 2025 - 22:19 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat dan mengembangkan sektor transportasi kereta di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut AHY, sektor perkeretaapian masih menjadi salah satu moda transportasi andalan masyarakat dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 500 juta orang per tahun atau 1,6 juta penumpang per hari.

“Negara harus hadir, dan ini menjadi komitmen kuat dari Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau menyampaikan negara, pemerintah akan hadir untuk memastikan sektor transportasi kereta ini semakin maju dan berkembang,” kata AHY dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (5/11/2025). 

Pernyataan itu disampaikan AHY usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/11). Ia menyebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pembangunan dan pengembangan perkeretaapian dilakukan secara merata di seluruh Indonesia untuk memperkuat konektivitas nasional.

AHY menilai, konektivitas antardaerah merupakan faktor penting untuk memperkuat pelayanan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Kita tahu Indonesia adalah negara yang memiliki kondisi geografi yang khas karena terdiri dari banyak kepulauan, ada beberapa wilayah yang juga masih tertinggal. Oleh karena itu, konektivitas atau infrastruktur pendukung transportasi darat, laut, udara termasuk kereta api ini penting untuk kita kawal bersama-sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menko AHY menekankan bahwa pembangunan transportasi kereta tidak hanya difokuskan di Pulau Jawa, tetapi juga diperluas ke berbagai kawasan Indonesia lainnya. 

“Pembangunan tentu tidak hanya di Jawa, tapi juga di berbagai kawasan Indonesia lainnya. Itu mengapa beliau juga menyampaikan tidak hanya memperkuat Jawa, tapi juga Trans Sumatera, Trans Kalimantan, Trans Sulawesi untuk kereta juga harus dibangun,” ucapnya.

Selain untuk memperlancar mobilitas masyarakat, pengembangan jalur kereta di luar Jawa juga akan mendukung distribusi logistik nasional, terutama untuk komoditas seperti batu bara dan sawit. 

“Dengan transportasi logistik yang lebih mengedepankan kereta dari satu titik ke titik lain, diharapkan bisa menjadi solusi dan sekaligus mengurangi beban jalan raya,” ucap AHY.

Terkait dengan perkembangan proyek kereta cepat Jakarta–Bandung, Menko AHY menegaskan bahwa pemerintah terus berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah Tiongkok, untuk mencari solusi terbaik dalam restrukturisasi keuangan dan pengembangan lanjutan proyek tersebut.

“Tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta–Bandung, tentu negara pemerintah akan hadir dan kita melibatkan semua pihak. Kami sepakat menghadirkan solusi terbaik yang paling feasible, yang paling baik untuk semua,” kata Menko AHY.

Setelah restrukturisasi selesai, pemerintah akan mendorong pengembangan jalur kereta cepat ke wilayah lain, termasuk Jakarta–Surabaya hingga Banyuwangi. 

“Harapannya akan membuka atau memberikan jalan bagi pemerataan pembangunan. Ini berbicara tentang keadilan dan pemerataan antarwilayah,” ujar AHY.

Sementara itu, Ia optimis di bawah arahan Presiden Prabowo, seluruh persoalan dan isu terkait perkeretaapian dapat dituntaskan bersama-sama. berbagai persoalan dan isu di sektor perkeretaapian dapat diselesaikan secara bertahap.

“Kami tentunya optimis atas arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto segala permasalahan dan isu yang sedang berkembang ini bisa dituntaskan bersama dengan pihak Tiongkok, dan pada saatnya kita bisa mengembangkan lebih lanjut untuk kereta cepat, termasuk melakukan reaktivasi rel-rel kereta yang sudah tidak lagi aktif. Ini sangat mendasar untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita,” pungkas Menko AHY.