.jpeg)
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Tingkat Pusat resmi menggelar kegiatan perdana GARUDA (Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia) Tahun 2025, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 1-4 November 2025.
Mengusung tema “Bersatu, Berlatih, dan Berkarya untuk Indonesia Raya,” kegiatan ini menjadi tonggak baru pembinaan ideologi Pancasila melalui aktivitas kepaskibraan yang bersifat edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter bangsa.
Tahun 2025 menandai lahirnya angkatan perdana GARUDA dengan nama “Adi Santati Abhita” yang bermakna angkatan pertama yang pemberani.
Sebanyak 152 peserta dari 38 provinsi, terdiri atas dua putra dan dua putri dari masing-masing provinsi mengikuti rangkaian pelatihan selama empat hari tiga malam. Mereka adalah pelajar berprestasi dan insan Paskibra yang memperoleh nilai tertinggi dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada seleksi Paskibraka Tahun 2025.
Seluruh peserta didatangkan langsung ke Jakarta dan difasilitasi penuh oleh BPIP, termasuk transportasi, akomodasi, serta pendampingan dari masing-masing provinsi.
Berbeda dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), para peserta GARUDA bukanlah anggota Paskibraka, melainkan pelajar aktif dalam aktivitas kepaskibraan di sekolah dan daerahnya.
Kegiatan ini merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Paskibraka, di mana salah satu programnya adalah aktivitas kepaskibraan yang menekankan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai Pancasila.
GARUDA hadir sebagai amanat para sesepuh pendiri Paskibraka untuk menularkan nilai-nilai luhur kepaskibrakaan kepada mereka yang belum menjadi anggota Paskibraka. Inilah “kepakan sayap” pertama GARUDA - simbol semangat, keberanian, dan pembaruan yang diinisiasi oleh BPIP.
Selama kegiatan, peserta diasramakan dan mengikuti jadwal pelatihan yang terstruktur, meliputi pembinaan fisik, mental, dan intelektual. Beberapa kegiatan utama yang dijalankan antara lain:
* Latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk menanamkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
* Latihan Lipat Bentang Bendera (LBB) untuk menumbuhkan tanggung jawab dan ketelitian dalam penghormatan terhadap simbol negara.
* Pembinaan Manajemen Organisasi, dipraktikkan melalui pembuatan dan presentasi proposal kelompok.
* Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, di mana peserta membuat video bertema “Kepak Sayap GARUDA Jelajah NKRI.”
* Pentas Seni dan Budaya sebagai wadah ekspresi, kreativitas, dan penguatan semangat persatuan dalam keberagaman.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh seluruh peserta yang mengikuti kegiatan perdana ini.
Yohanis Samponu, peserta perwakilan dari Maluku, menyampaikan rasa syukur dan harapannya terhadap program ini.
“Harapan saya, karena banyak teman lain yang tidak mendapat kesempatan menjadi Paskibraka, semoga mereka juga bisa merasakan bentuk pembelajarannya. Banyak hal menarik di sini, bisa berbaur dengan teman-teman dari berbagai budaya. Selama ini saya hanya tinggal di Maluku, jadi senang sekali bisa bertemu peserta dari 38 provinsi,” ujar Yohanis.
“Semoga BPIP dapat terus melaksanakan kegiatan seperti ini agar siswa lain yang nilainya bagus tapi belum lolos Paskibraka juga bisa merasakan pengalaman berharga seperti kami,” tambahnya.
Sementara itu, Mutiara Puspa Dewi, peserta asal Jawa Barat, menilai kegiatan GARUDA memberi dampak positif dalam pengembangan diri.
“Harapan saya mengikuti kegiatan GARUDA ini adalah untuk menambah wawasan, terutama dalam bidang kebangsaan, dan memperluas relasi pertemanan. Apalagi kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh provinsi, jadi bisa saling mengenal dan belajar banyak hal,” ungkap Mutiara.
Melalui GARUDA 2025, BPIP berkomitmen membina generasi muda agar memiliki karakter tangguh, berjiwa nasionalis, dan siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Bersatu, Berlatih, dan Berkarya untuk Indonesia Raya,” kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi penerus bangsa yang tidak hanya disiplin dan berprestasi, tetapi juga menjiwai nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan dan pengabdian untuk Indonesia.