Sukses Gelar Wisuda Ke-3 dan Dies Natalis ke-6: UNDIRA Tegaskan Komitmennya dalam Mencetak 971 Lulusan Berkualitas di Era Digital

ANP • Sunday, 2 Nov 2025 - 12:40 WIB

Jakarta - Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) kembali merayakan dua momen bersejarah sekaligus terbaiknya di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Pada hari Sabtu 1 Nopember 2025, UNDIRA berhasil menggelar Wisuda ke-3 sekaligus memperingati Dies Natalis ke-5. Dengan mengungsung tema “Membangun Generasi Unggul yang Visioner, Integritas, dan Profesional di Era Digital”, wisuda kali ini tidak hanya sekedar momen penuh kebanggaan, namun juga menandakan pencapaian UNDIRA sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen dalam mencetak lulusan yang Visioner, Integritas dan Profesional untuk memenuhi kebutuhan industri tahun 2030 kelak.


 

Rektor Universitas Dian Nusantara, Prof. Dr. H. Suharyadi., turut menyampaikan kebanggaan sekaligus apresiasi kepada para wisudawan yang berhasil menyelesaikan tahapan perkuliahan mereka dengan gemerlang. Prof. Dr. H. Suharyadi menyampaikan bahwa UNDIRA tahun ini berhasil meluluskan 971 wisudawan yang berasal dari Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) serta Fakultas Teknik dan Informatika (FTI).

Hal tersebut merupakan kontribusi yang diberikan dari hasil kerja keras bersama selama 6 tahun ini. Lebih lanjut beliau menjelaskan. Beliau meneruskan bahwa hal tersebut sejalan dengan komitmen UNDIRA sebagai institusi pendidikan yang telah terakreditasi BAIK SEKALI oleh BAN-PT, meskipun usianya masih relatif muda.

Prof. Dr. H. Suharyadi kemudian mengingatkan bahwa toga yang dikaruniai saat ini merupakan realisasi atas cinta dan doa dari para orangtua yang telah memberikan kepada para wisudawan yang telah berjuang dalam dunia perkuliahan, sekaligus kepercayaan UNDIRA sebagai institusi pendidikan kepada generasi muda yang akan menjadi arsitek bangsa kelak nanti.

“Toga yang dikenakan hari ini merupakan hasil kerja keras, namun perjalanan sesungguhnya barulah akan dimulai setelah kelulusan. Dalam era digital dan disrupsi saat ini, gelar maupun title bukan penentu kesuksesan dalam jangka panjang. Kreativitas, Inovasi, Keteguhan beserta Integritas merupakan pondasi sesungguhnya yang mampu mengokohkan keberhasilan kalian di dunia kelak. Jadilah pencipta solusi, kompas moral, dan simbol intelektual dengan berpegang teguh kepada nilai VIP UNDIRA bagi bangsa dan negara, ujarnya..

Melalui sebuah pantun, “Ilmu ditanam berbuah karya, doa orang tua menuntun setia. Selamat Wisuda Nusantara, jadilah doa bagi nusa dan bangsa”, Prof. Dr. H. Suharyadi menutup wacananya dengan penuh harapan dan doa bagi para wisudawan dalam Wisuda ke III tahun 2025.

Melanjutkan sentimen beserta harapan yang ditempatkan kepada para wisudawan oleh Rektor Universitas Dian Nusantara, Bapak Sagoro Dharmawan, selaku Ketua Yayasan Dian Asra menyampaikan apresiasinya kepada para lulusan yang telah berhasil mencapai keberhasilan.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan refleksi sesungguhnya yang harus dipikirkan setelah wisuda mengenai tantangan masa depan, khususnya menyoroti fenomena mengapa generasi saat ini cenderung sulit meraih kesuksesan yang diraih orangtua mereka dahulu.

“Saya teringat ketika saya pergi melihat sekolah ayah saya yang meskipun sederhana, mampu menghasilkan kesuksesan besar. Hal tersebut telah menjadi instrospeksi bagi saya, dan pada akhirnya sayapun mengetahui bahwa ditengah kesederhanaan terdapat kekuatan untuk mengukir hari selanjutnya”. Ujar Sagoro Dharmawan.

“Kita saat ini dikaruniai dengan kemudahan, namun hal tersebut justru membelenggu kita dalam zona kenyamanan. Sejenak marilah kita refleksikan values yang orangtua kita terapkan, mereka dikejar dengan kehidupan yang diibaratkan sebagai singa - maka dari itupula mereka selalu berfikir kedepan dengan keinginan untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Era digital yang
membawakan tantangan justru seharusnya menjadi motivasi bagi kita untuk lebih kritis, adaptif, beserta kreatif untuk membangun resilience dan daya juang, sebagaimana yang dilakukan orangtua kita lalu”. Lanjut beliau.
 

Kepala LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Tri Munanto S.E., M.Ak., dalam sambutannya kemudian menyampaikan bahwa wisuda hari ini adalah momentum yang tercapai berkat buah kerja keras para wisudawan serta doa dari orang tua dan bimbingan para dosen. Menurutnya, gelar sarjana merupakan tanggung jawab moral sekaligus katalis untuk mendorong inovasi.
Beliau menyampaikan bahwa wisuda sesungguhnya merupakan momen yang menandakan penyerahan tanggungjawab. Menurut bapak Tri Munanto, gelar bukan hanya sekedar kebanggaan yang didapatkan, namun juga menjadi kompas moral beserta katalis yang mampu mendorong inovasi dan kreatifitas.

Sehubungan dengan peringatan Dies Natalis ke-6, Tri Munanto menilai ini adalah momen refleksi dan evaluasi bagi UNDIRA. Melalui pencapaian UNDIRA sebagai institusi yang mampu mencetak daya saing, inovasi, dan prestasi berdampak kepada masyarakat, beliaupun menyatakan pula bahwa akreditasi “Unggul” bagi UNDIRA sudah berada di gapaian. “Oleh karena itu, UNDIRA berada pada tipologi 1, dan kami yakin akreditasi Unggul tinggal.masalah waktu saja. Selamat Dies Natalis ke-6, semoga UNDIRA selalu tumbuh sebagai institusi inovatif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045”. ujar beliau.

Puncak acara wisuda turut diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. H. Sandiaga Salahudin Uno, B.B.A., M.B.A., yang membawakan pidato bertajuk “Peluang dan Tantangan generasi Muda dalam Dunia Usaha dan Industri di Era Digital”. Dalam orasinya, beliau menekankan bahwa kelulusan adalah langkah awal menuju "universitas dunia nyata", di mana ilmu, karakter, dan semangat juang akan benar-benar diuji. "Berdasarkan studi, wisudawan berfikir untuk bekerja setelah lulus," ujarnya.

"Ilmu dan karakter serta semangat juang akan diuji di dunia nyata. Kelulusan ini adalah langkah awal menuju universitas dunia nyata."

Menurutnya, di era disrupsi ini, universitas telah bertransformasi menjadi laboratorium lifelong learning, di mana proses upskilling, reskilling, dan new skilling terjadi secara berkelanjutan agar.para lulusan mampu menjaga relevansi (upkeep) diri. Menghadapi tantangan kecerdasan buatan (AI), Sandiaga Uno mengingatkan bahwa teknologi memiliki batasan dan peran manusia tidak tergantikan.

"AI tidak dapat mendidik kita (sepenuhnya), namun hati adalah qolbu sesungguhnya. Profesionalisme yang dibangun dari.hati inilah yang kita perlukan untuk mencapai Indonesia Emas 2045," jelasnya.
 

Beliau mendorong para lulusan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi.penggerak ekonomi. "Maka dari itu, kita kerja bukan hanya untuk menghasilkan, namun juga menggerakan. Kita harus kembali lagi kepada ekonomi kreatif yang menggerakan masyarakat," serunya.
 

Sebagai penutup, Sandiaga Uno memberikan pesan penutup yang kuat. "Indonesia dengan bidang kreatifitas yang mampu menerobos pasar luar negeri sesungguhnya memberikan peluang besar bagi kita semua!. Kini, selain menjadi follower, jadilah pula seorang inovator yang mampu menggerakan bangsa. Jadilah bagian dari pembelajaran menuju Indonesia Emas 2045. Bukalah peluang dan berkontribusilah bagi bangsa dan negara," pungkasnya.
 

Wisuda ke-3 dan Dies Natalis ke-6 tahun 2025 menjadi simbol kebanggaan dan harapan besar.bagi UNDIRA dalam melahirkan generasi penerus yang siap berkontribusi bagi kemajuan.bangsa. Dengan semangat inovasi, integritas, dan profesional UNDIRA terus berkomitmen untuk menjadi institusi pendidikan yang unggul di masa depan