Refleksi 15 Tahun Aliansi Kebangsaan, Yudi Latif Ungkap Peran Global Indonesia dalam Buku Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?

ANP • Thursday, 30 Oct 2025 - 13:37 WIB

JAKARTA — Aliansi Kebangsaan merayakan hari jadi ke-15 tahun sekaligus meluncurkan buku monumental berjudul “Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?” karya cendekiawan kebangsaan, Yudi Latif, pada Rabu (29/10/2025). Peluncuran buku setebal 750 halaman ini menjadi puncak syukuran yang digelar di Jakarta, dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, dan Pendiri Yayasan Dana Darma Pancasila Ir. Aburizal Bakrie.

uku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas Gramedia ini merupakan hasil riset maraton selama tiga tahun dan menjadi sumbangan pemikiran cemerlang Yudi Latif untuk merekonstruksi jati diri bangsa serta menjadi panduan bagi pembangunan masa depan Indonesia.
​Indonesia, Nadi Dunia yang Terlupakan

​Dalam bukunya, Yudi Latif mengajak pembaca untuk merenungkan peran strategis dan penting Indonesia dalam tatanan dunia. Ia mengupas bagaimana kekayaan alam, kebijaksanaan, dan peradaban Nusantara telah berkontribusi signifikan terhadap perkembangan global, yang selama ratusan tahun terhalang oleh narasi kolonialisme.

“Namun, selama ratusan tahun, hal itu tidak terungkap akibat kolonialisme yang menghegemoni pandangan dunia sekaligus mencerabut masyarakat dari akar identitasnya,” tegas Yudi Latif.

​Yudi menyoroti sejumlah peran krusial Indonesia di masa lalu. Misalnya, sejak sebelum Masehi hingga abad ke-16, Indonesia disebutnya sebagai episentrum perkembangan teknologi maritim dunia, ditandai dengan kemampuan nenek moyang menciptakan berbagai jenis perahu dan teknologi penangkapan ikan laut dalam, jauh sebelum bangsa lain berani mengarungi samudra. Di bidang arsitektur, ia menyebut pembangunan Candi Borobudur dengan presisi luar biasa yang hanya mungkin dicapai dengan sistem komputasional, menjadi bukti inovasi yang mempengaruhi kawasan Asia Tenggara.


Pancasila: Inspirasi Pembebasan Dunia
​Buku ini merupakan karya kelima Yudi Latif dengan tema Pancasila dan kebangsaan, di mana ia secara khusus membahas peran Pancasila bagi dunia. Menurut Yudi, Pancasila sebagai ideologi negara yang berlandaskan nilai keadilan dan kemanusiaan telah menjadi inspirasi global, contohnya dalam menyatukan bangsa-bangsa terjajah di Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955.

​Semangat tersebut, lanjutnya, masih relevan untuk melawan neokolonialisme di balik wacana globalisasi saat ini. Di masa depan, Pancasila dinilai akan berperan penting sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas di tengah pusaran krisis multidimensi peradaban kontemporer.
 

Rekonstruksi Jati Diri dan Mental Merdeka
​Yudi Latif menegaskan bahwa kontradiksi nasib bangsa saat ini—yang cenderung menjadi konsumen—dengan kejayaan masa lalu, tidak terlepas dari luka mental inferior akibat kolonialisme. Penjajahan dinilai telah memutus pengetahuan masyarakat dan mencerabutnya dari akar sosial.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya rekonstruksi jati diri bangsa melalui penulisan sejarah yang bebas dari bias dan manipulasi agar Indonesia dapat kembali menjadi bangsa yang punya signifikansi di setiap fase perjalanan dunia.

​Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengapresiasi peluncuran buku ini, mengakui bahwa Indonesia masih dikenal secara terbatas di mata dunia. Mu’ti bahkan mengungkapkan pesan dari beberapa Duta Besar negara lain agar Indonesia menjaga Pancasila, yang dianggap sebagai sumber kerukunan dan rujukan bagi masyarakat dunia yang beragam.

​Senada, Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo berharap buku ini dapat membuka cakrawala masyarakat untuk memahami signifikansi kekayaan alam, kemanusiaan, dan peradaban Nusantara bagi dunia.

​“Keberadaan buku ini pun diharapkan bisa membantu masyarakat untuk terus belajar menjadi merdeka dan menghilangkan mentalitas peninggalan penjajah yang masih tersisa,” ujar Pontjo Sutowo.

​Senator Irman Gusman yang turut hadir, menutup dengan optimisme. Menurutnya, pemikiran dalam buku Yudi Latif ini hadir tepat waktu, di tengah narasi global tentang Indonesia yang belum utuh. “Pemikiran yang tertuang dalam buku ini dapat menjadi energi intelektual untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa Indonesia,” tutup Irman.

Apakah Anda ingin saya membuat ringkasan dari acara ini atau mencari informasi lebih lanjut mengenai isi dari buku "Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?"?