
JAKARTA — Emiten pengembang properti PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) mencatat tren kinerja yang positif sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III tahun 2025, perseroan berhasil mencetak peningkatan pendapatan dan laba bersih yang signifikan.
Direktur Utama GRIA, Khufran Hakim Noor, dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pendapatan perseroan meningkat sebesar 21% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
“Perseroan mencatat pendapatan Rp51,12 miliar untuk periode 9 bulan yang berakhir 30 September 2025 atau meningkat 21% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp42,10 miliar,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Khufran menjelaskan, peningkatan pendapatan ini didorong oleh meningkatnya penjualan unit rumah pada proyek-proyek GRIA.
“Sepanjang tahun 2025, perseroan telah mencatatkan penjualan rumah sebanyak 284 unit di seluruh proyek perumahan yang dikembangkan GRIA,” katanya.
Dengan kinerja positif tersebut, posisi laba bersih pun mengalami peningkatan signifikan. Sampai dengan akhir periode Kuartal III 2025, GRIA mencatat laba bersih sebesar Rp3,84 miliar.
“Dari sisi laba bersih, kinerja GRIA juga tumbuh positif yakni terjadi peningkatan hingga 34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Pada September 2024 laba bersih tercatat sebesar Rp2,85 miliar, sedangkan pada September 2025 tumbuh positif menjadi Rp3,84 miliar,” jelas Khufran.
Dengan kinerja yang stabil dan struktur keuangan yang sehat, Khufran optimis GRIA akan menutup tahun 2025 dengan hasil positif.
“Fundamental bisnis kami adalah menyediakan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat kelas menengah,” katanya.
Menurut Khufran, pasar perumahan kelas menengah masih sangat tinggi kebutuhannya, bahkan cenderung terus meningkat.
Pada tahun 2024, backlog perumahan nasional mencapai 12,7 juta unit. Pemerintah pun telah mencanangkan program pembangunan 3 juta rumah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Dengan program pembangunan 3 juta rumah oleh pemerintah, kami optimis prospek industri properti untuk kelas menengah di masa mendatang masih sangat cerah,” jelas Khufran.
Selain pasar yang besar, GRIA juga menyambut baik dukungan dunia perbankan yang terus memberikan kemudahan finansial untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).
“Sebagai pengembang perumahan kelas menengah, GRIA mendukung penuh sinergi semua sektor termasuk perbankan yang terus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh KPR,” tambahnya.
Sebagai contoh, PT Bank Negara Indonesia (BNI) telah menyalurkan lebih dari 109.000 unit KPR subsidi dengan total nilai mencapai Rp17 triliun hingga September 2025.
Di sisi lain, GRIA terus berinovasi dalam proyek perumahan yang dikembangkan. Salah satunya adalah konsep “Rumah Pintar” yang ditujukan untuk generasi Z dan pasangan muda yang ingin berinvestasi properti pertama.
“Konsep ini merupakan solusi cerdas bagi kalangan atau pasangan muda yang ingin melakukan investasi pertama dalam bentuk rumah,” kata Khufran.
Selain menawarkan harga terjangkau, “Rumah Pintar” juga dilengkapi jaringan internet di seluruh kawasan perumahan, membuka akses informasi yang luas bagi penghuni.
Saat ini GRIA memiliki proyek-proyek yang tersebar di Bandung, Sumedang, Karawang, serta tengah mengembangkan kawasan perumahan Gria Mahakam City (GMC) di Lok Bahu, Samarinda, Kalimantan Timur.
Seluruh proyek yang dikembangkan GRIA tersedia dengan harga terjangkau, namun tetap mengutamakan kualitas bangunan, kenyamanan, dan keamanan bagi penghuni.