‎Arsjad Rasjid di Roma: Ekonomi tak Akan Bertahan Bila Kemanusiaan Ditinggalkan

MUS • Wednesday, 29 Oct 2025 - 11:17 WIB
Arsjad Rasjid bersama Paus Leo XIV

Jakarta - Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arsjad Rasjid, menyerukan agar ekonomi dunia kembali berpijak pada nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral.

‎Berbicara dalam Community of Sant’Egidio International Peace Forum bertema “Daring for Peace,” Arsjad menegaskan bahwa kemakmuran tidak akan bertahan jika manusia dan perdamaian tidak menjadi pusat kemajuan.

‎“Ekonomi tidak hanya tentang pertumbuhan angka. Tanpa kemanusiaan, pertumbuhan itu tidak akan bertahan lama,” ujar Arsjad dalam pidatonya “A More Human Economy.”

‎Arsjad menyoroti kondisi anak-anak yang selalu menjadi korban tertinggi perang dan kemiskinan, sehingga setiap negara harus berani berinvestasi pada generasi muda. 

BACA JUGA: Sriwijaya Capital Siap Dukung Indonesia Incorporated

‎Arsjad juga memperkenalkan peran Dewan Masjid Indonesia yang menaungi lebih dari 800 ribu masjid di seluruh Indonesia. Melalui inisiatif Rumah Wirausaha Masjid, DMI mengubah masjid menjadi pusat kewirausahaan dan ekonomi komunitas tempat anak muda belajar keterampilan digital, perempuan mengembangkan usaha, dan nilai iman diterjemahkan menjadi produktivitas.

‎“Ketika orang menemukan martabat dan tujuan dalam pekerjaannya, mereka juga menemukan kedamaian dalam hidupnya,” lanjut Arsjad menambahkan.

‎Arsjad menutup dengan menegaskan bahwa nilai Bhinneka Tunggal Ika dan semangat gotong royong adalah fondasi dari human economy, ekonomi yang menumbuhkan keadilan sosial, bukan hanya keuntungan.

‎Forum bergengsi ini dihadiri Presiden Italia Sergio Mattarella, Grand Imam Al-Azhar Ahmed Al-Tayyeb, Her Majesty Queen of the Belgians, serta Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar.

Melalui forum bertema Daring for Peace, Arsjad membawa pesan Indonesia bahwa iman, perdamaian, dan ekonomi manusiawi harus berjalan beriringan.