Festival Handai Indonesia (FHI) 2025, Gaungkan Semangat Berbahasa Indonesia di 60 Negara

AKM • Tuesday, 28 Oct 2025 - 08:34 WIB
Para Pemenang Peserta Festival Handai Indonesia (FHI) 2025

Jakarta - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Perbedayaan Bahasa dan Sastra menggelar Festival Handai Indonesia (FHI) 2025 . Hal ini menjadi ajang internasional yang menggaungkan semangat berbahasa Indonesia di 60 negara melalui berbagai lomba dan kegiatan apresiasi kreatif bagi warga negara asing pemelajar bahasa Indonesia.

Kepala Pusat Perbedayaan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Iwa Lukmana mengatakan Festival Handai Indonesia merupakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing.

“Festival Handai Indonesia merupakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas warga negara asing dalam bertutur dan menulis menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Iwa Lukmana saat membuka kegiatan Puncak Apresiasi FHI 2025 di Jakarta, Senin (28/10).

Iwa menjelaskan tahun ini Festival Handai Indonesia memasuki penyelenggaraan keenam sejak pertama kali diadakan pada 2020.

“Sebanyak 436 peserta dari 60 negara berpartisipasi dalam lima kategori lomba berbahasa Indonesia, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi,” ungkapnya.

Dari seluruh peserta, dewan juri menetapkan 35 nomine terbaik dari 23 negara untuk hadir langsung di Jakarta mengikuti kegiatan apresiasi pada 25–31 Oktober 2025.

Negara-negara tersebut adalah Afganistan, Amerika Serikat, Argentina, Australia, Filipina, India, Italia, Jepang, Kamboja, Kirgiztan, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Peru, Republik Demokratik Kongo, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste, Turki, Uzbekistan, Vietnam, dan Yaman.

Iwa mengatakan keberhasilan penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari dukungan Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Diplomasi Publik, perwakilan RI di luar negeri, serta lembaga penyelenggara program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di berbagai negara.

“Festival ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia semakin dicintai masyarakat dunia dan berperan dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia,” kata Iwa.

Medium Pemersatu

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin menyatakan pihaknya bersyukur festival tersebut masih bisa terselenggara tahun ini, karena tujuan utama penyelenggaraan bukan sekadar mencari juara, tetapi dirancang untuk memperkuat diplomasi bahasa Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarbangsa melalui pemahaman budaya dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam bahasa.

"Bahasa Indonesia sebagai medium pemersatu dan perekat keberagaman. Melalui bahasa Indonesia, warga dunia dapat menjalin persahabatan, merayakan keberagaman, serta membangun saling pengertian dan kerja sama demi perdamaian dan kemakmuran bersama,” ujar Hafidz.

Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada 10 perwakilan RI di luar negeri dengan jumlah pemelajar BIPA terbanyak, serta penghargaan khusus kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo atas keberhasilan mendorong pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar Mesir.

Dalam kegiatan ini,  Panitia FHI 2025 mengumumkan untuk lomba bernyanyi, Nindawan Asavataweechok (Thailand) keluar sebagai peserta terbaik pertama, disusul Beatricha Da Costa Araujo (Timor Leste) sebagai peserta terbaik kedua, dan Kristen Elizabeth Spangernberg (Amerika Serikat) peserta terbaik ketiga.

Kemudian, Sundes Ejaz (Pakistan) terpilih sebagai peserta terbaik pertama untuk Lomba Bercerita. Lalu, Firadao Waehama sebagai peserta terbaik pertama Lomba Pantun, dan Angus Asam Wood (Austalia) sebagai peserta terbaik pertama Lomba Pidato FHI 2025.