
Jakarta – Dalam rangka memperingati 80 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sekaligus Hari PBB, Indonesia turut serta dalam kampanye global #UNBlue dengan menyalakan tiga landmark ikoniknya dalam warna biru resmi PBB. Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran HI di Jakarta Pusat, serta Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, disinari dengan cahaya biru pada 24 Oktober, tepat 80 tahun sejak Piagam PBB mulai berlaku.

Monas, Jakarta
Diluncurkan pertama kali pada tahun 2015 untuk memperingati ulang tahun PBB ke-70, kampanye UNBlue telah berkembang menjadi tradisi global yang menyatukan negara, kota, dan komunitas di seluruh dunia untuk merayakan nilai-nilai serta pencapaian bersama PBB. Dari Roma hingga Rio, dari Nairobi hingga New York, ratusan landmark dunia — termasuk Piramida Giza, Menara Eiffel, dan Gedung Opera Sydney — telah disinari dengan cahaya biru PBB setiap tahunnya.
“Dengan bergabung dalam kampanye #UNBlue, Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap multilateralisme dan kerja sama internasional,” ujar Miklos Gaspar, Direktur Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta. “Dengan ikut menyinari landmark ikoniknya dalam warna biru PBB, Indonesia menunjukkan kebanggaannya terhadap warisan budayanya, sekaligus perannya sebagai bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian serta persatuan dalam keberagaman.”
Yang menjadi cukup spesial pada perayaan tahun ini adalah penyinaran Candi Borobudur, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO dan monumen Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Dinasti Syailendra pada abad ke-8 dan ke-9, Borobudur berdiri sebagai mahakarya peradaban Jawa kuno yang mencerminkan kreativitas, kecerdasan, serta refleksi spiritual manusia. Keterlibatannya kembali dalam kampanye UNBlue tahun ini memiliki makna khusus, mengingat Borobudur berpartisipasi dalam inisiatif global ini terakhir kali pada peringatan 70 tahun PBB di tahun 2015.

Bundaran HI, Jakarta
Pada perayaan ini, masyarakat diajak turut merayakan momen spesial ini dengan mengunjungi landmark yang diterangi cahaya biru, mengambil foto dan video, serta membagikannya di media sosial. Kampanye ini mengundang semua orang untuk ikut berpartisipasi dalam ekspresi kebersamaan, sekaligus menunjukkan dukungan mereka terhadap nilai-nilai yang selama ini diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. (ITK/R)